Batik Pekalongan "dikepung" persoalan

22 Januari 2013, Comments: 0

Pekalongan – Produk batik Kota Pekalongan Jawa Tengah selama 2012 menghadapi berbagai persoalan sehingga penjualannya cenderung menurun.

“Krisis global di Eropa, meningkatnya penjualan kain tekstil bermotif batik, dan bertumbuh kembangnya sentra kerajinan batik di sejumlah daerah seperti Yogyakarta dan Solo membuat penjualan batik Pekalongan menurun,” kata  Sekretaris Ikatan Pedagang Pasar Grosir Setono (Ipaseno) Kota Pekalongan, Ahmad Sobari , Senin.

Krisis global di Eropa, katanya, mengakibatkan daya beli atau ekspor batik ke beberapa pasar mancanegara turun sedangkan beredarnya kain tekstil bermotif batik di pasaran juga memicu anjloknya produk batik tulis dan cap.

“Sedangkan tantangan terberat lainnya yang akan dihadapi para pengusaha, adalahadanya rencana kenaikan tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak (BBM),” ucapnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Pekalongan, Rosian Anwar mengatakan bahwa memasuki 2013 diperkirakan akan terjadi persaingan perdagangan yang semakin ketat, sehingga para pengusaha dituntut lebih kreatif dan inovatif agar produk usahanya tetap diminati konsumen.

 

batik sarimbit,batik indonesia,batik tradisionalbatik modern,batik sablonbatik capbatik tulisbatik cetak ,batik printingbatik trusmibatik cirebonbatik indonesiabatik solobatik pekalonganbatik trusmibatik cirebonbatik cirebonanbatik pesisirbatik pesisiranbatik fraktal,batik jogja,batik meteran,
hem batik,diskon batikbandar batiktoko batiksentra batikbelajar batik, jual batikbeli batikharga batik,kain batik,kain panjangjuragan batik,forum batik,
pasar batik,tas batik,sandal batik,topi batik,daster batik,kaos batik,hem batik,
blus batik,dress batik,gamis batik,sarimbit,sarimbit batik,

Sumber : ebatiktrusmi

Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *