Filosofi Batik

7 Januari 2013, Comments: 0

Filosofi Batik  menjadi yang paling dicari urutan kedua setelah Alat Yang Dibutuhkan Untuk Membatik. Ada permintaan mengenai gambar batik yang disebutkan dalam contoh batik yang memiliki Filosofi Batik. Ini adalah beberapa contoh batik yang disebutkan di sana.

Mengenai makna yang terkandung dalam batik tersebut.
Dalam proses pembuatannyaseni batik terutama batik tulis melambangkan kesabaran pembuatnya. Setiaphiasan dibuat dengan teliti dan melalui proses yang panjang. Kesempurnaan motif tersebut menyiratkan ketenangan pembuatnya. Corak batik tertentu dipercaya memiliki kekuatan gaib dan hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu. Misalnya, motif parang yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan, hanya boleh dikenakan oleh penguasa dan ksatria. Batik jenis ini harus dibuat dengan ketenangan dan kesabaran yang tinggi. Kesalahan dalam proses pembatikan dipercaya akan menghilangkan kekuatan gaib batik tersebut. Selain proses pembuatan batik yang sarat dengan makna filosofis, corak batik merupakan simbol-simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berfikir masyarakat pembuatnya. Berikut ini adalah beberapa motifbatik beserta filosofinyakawung-batik-trusmi-cirebon-murah
1. Kawung

Motif ini berbentuk teratai yang sedang merekah. Motif melambangkan kesucian dan umur panjang.

parang-batik-trusmi-cirebon-murah
2. Parang

Motif berbentuk mata parang, melambangan kekuasaan dan kekuatan. Hanya boleh dikenakan oleh penguasa dan ksatria.

sawat-batik-trusmi-cirebon-murah

Motif berbentuk sayap, hanya dikenakan oleh raja dan putra raja. Motif batik diciptakan tidak berdasarkan pertimbangan nilai estetis saja, tetapi juga berdasarkan harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk banyak simbol, misalnya sebagai berikut: sido-mukti-batik-trusmi-cirebon-murah

Memiliki arti lancar dan longgar. Motif ini digunakan untuk melayat dan bermakna harapan agar arwah orang yang meninggal dunia dapat dengan lancar menghadap kepada Tuhan dan diterima di sisi-Nya.

slobog-batik-trusmi-cirebon-murah

Berarti “jadi bahagia”. Motif ini dikenakan oleh pengantin pria maupun wanita, dengan harapan keduanya akan memperoleh kebahagiaan selama hidupnya.

Sumber : batikcrb
Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *