ibu wakil presiden berkunjung ke batik trusmi cirebon

22 Januari 2013, Comments: 0

batik cirebon megamendung

 

Para istri kabinet bersatu hadiri hari batik nasional
PEKALONGAN : Ibu Negara Ani Yudhoyono, Istri wakil Presiden Herawati Budiono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu serta solidaritas istri kabinet bersatu menghadiri peringatan hari batik nasional bertajuk Batik, seribu tahun lagi!

Kegiatan tersebut berlangsung mulai hari ini hingga 5 oktober di kawasan kota tua seputar jalan dan lapangan Jatayu, Pekalongan.

Selain menghadiri acara, Ani juga menyumbangkan koleksi batik pribadinya kepada Museum Batik Pekalongan. Selain itu dia juga direncanakan mengikuti kegiatan membatik di atas payung.

“Berkat kegigihan kita semua, termasuk perayaan semacam ini, Batik telah menjadi icon bangsa, menunjukan bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang memiliki seni dan budaya,” ungkapnya saat memberi sambutan.

Menurutnya batik adalah identitas dan jati diri yang melekat dan membedakan Indonesia dari bangsa lain. Batik juga menjadi penopang semangat kita untuk berdiri sejajar dengan bangsa lain.

Walikota Pekalongan M. Basyir Ahmad mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan penghargaan bagi kota Pekalongan guna membangkitkan batik sebagai identitas bangsa.

“Sebelum batik ditetapkan sebagai warisan budaya dunia non benda oleh Unesco, kami sudah melaksanakan perayaan batik nasional dan internasional. Sejak dulu kota Pekalongan juga sudah menjadi salah satu bandar batik terbesar di Indonesia. Semoga kita dapat melindungi dan terus mengembangkannya,” ujarnya.

Acara ini akan menggelar dialog antara Ibu Negara dengan pengrajin batik, bengkel kerja batik, pameran batik, festival kuliner, pertunjukan tari dan musik serta pesta kembang api. Sementara para peserta yang berpartisipasi di antaranya berasal Jogjakarta, Sragen, Kudus, Pacitan, Pekalongan, Banyumas, Purworejo, Cirebon, Bangkalan, Solo, Tasikmalaya, Klaten dan Jakarta.

Peringatan Hari Batik Nasional ini juga dimeriahkan oleh parade membatik 1.000 payung yang dilakukan oleh 750 perajin batik, 200 pelajar sekolah dasar maupun menengah serta 50 seniman batik.

Saat ini, dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, 30 kabupaten dan kota diantaranya telah memiliki usaha batik yang terdiri atas 145 sentra batik.

 

 

Sumber:trusmi.com

rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *