MEREKONSTRUKSI SEJARAH DARI SEHELAI BATIK

21 Januari 2013, Comments: 0

katun-eskrim-batik-trusmi-batik-indonesia-cirebonOleh Desi Purnamawati Batik dulu lebih dikenal sebagai pelengkap pakaian orang-orang tua tapi kini batik juga menjadi bagian fashion generasi muda bahkan mulai dikenal di mancanegara. Karena batik sudah bertransformasi menjadi bentuk yang lebih “fashionable” mulai dari pakaian bercorak batik yang modis, sepatu hingga tas, maka jadilah batik digandrungi kalangan muda. Kampanye batik yang meluas dengan dukungan yang intens dari Ibu Negara Ani Yudhoyono semakin memperkuat eksistensi batikIbu Ani sendiri telah menulis buku “Batikku, Pengabdian Cinta Tak Berkata” yang diberikan kepada tamu sebagai souvenir pada Upacara Peringatan Kemerdekaan di Istana Negara, Selasa 17 Agustus 2010. Batik saat ini bukan hanya milik masyarakat Jawa, tapi juga dimiliki daerah lain di Indonesia dengan motif khas daerah masing-masing. Batik Misalnya motif cicak atau buaya yang ada di batik Papua dan motif pintu Aceh atau motif Bungong Jeumpa di batik khas Aceh. Sebagian besar motif-motif batik tersebut menampilkan unsur alam dan budaya daerah mereka. Begitu pula dengan batik Banten yang mengangkat kembali warisan kesultanan Banten ke dalam motif-motif batik seperti yang dihasilkan pengembang batik Banten, Uke Kurniawan. Lelaki paruh baya itu mengatakan, batik Banten mempunyai perbedaan dibandingkan batik dari daerah lain karena tiga faktor yaitu motifnya yang merupakan motif asli dari sejarah dan artefak temuan arkeolog yang ada di Banten. Perbedaan lainnya dari warna yang menurut Uke cenderung abu-abu lembut atau pastel yang menunjukkan karakter orang Banten. Orang Banten digambarkan memiliki karakter yang bersemangat tinggi, cita-cita tinggi, karakter yang ekspresif namun tetap rendah hati. “Warnanya yang lembut karena pengaruh air tanah di sini yang dalam proses pencelupan, mereduksi warna warna terang menjadi warna pastel karena kandungan yang ada di dalamnya,” ujar Uke. Faktor ketiga yang membedakan batik Banten dengan batik lainnya adalah filosofi, semua motif mengandung filosofi atau mengandung arti yang sama dengan yang ada dalam sejarah kesultanan Banten, tambah mantan pegawai PU tersebut.

 

 

Sumber: Hargabatik

Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *