PENGAKUAN DUNIA TERHADAP BATIK

21 Januari 2013, Comments: 0

batik-cirebon-indonesia-murah-sekaliMenurut sejarah, batik adalah suatu bentuk peninggalan jaman kuno. Hal ini sudah ada di Mesir yang mana kain ini digunakan untuk membungkus mumi. Di Asia sendiri, teknik ini telah dipraktekkan di Cina pada masa dinasti T’ang (618-907). Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut GP. Rouffaer bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Si GP. Rouffaer menyimpulkan bahwa pola-pola tersebut hanya bisa dibuat oleh alat yang disebut canting dan dia mengajukan usulan bahwa canting ditemukan di Jawa pada waktu itu. Untuk proses pembuatan, awalnya batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin. juga proses pembuatan yang menggunakan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Metode ini digunakan pada sekitar awal abad 20 sebagai salah satu revolusi dalam produksi batik. Dengan metode ini, desain produksi dan pola batik dapat diproduksi secara massal yang tentunya akan lebih cepat daripada menggunakan teknik manual. Setelah membaca ini, saya berharap kita akan lebih menghargai dan mencintai semua budaya kita termasuk batik. Harusnya kebanggaan kita bukan hanya dari mulut saja, tetapi juga dari hati. Setidaknya kita tidak tinggal diam saja jika ada negara lain, meski negara tersebut dikatakan “adik kita” akan merebut salah satu budaya yang kita miliki. Tapi jangan sampai kita berkoar-koar dengan nada keras, sedangkan kita sendiri (termasuk pemerintah) tidak berusaha menjaga dan memelihara budaya yang kita miliki dengan sepenuh hati. Mengingat tempo dulu, pasti rekan-rekan ada yang ingat dengan film ACI (Aku Cinta Indonesia). Untuk saat ini, sepertinya film tersebut perlu diputar lagi kali ya, dengan judul KCI (Kita Cinta INDONESIA !!!). Sumber : wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *