Batik Malaysia sampai Amerika batik cirebon

21 April 2013, Comments: 0

batik-cirebon-batik-trusmi-cabang-surabaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

batik cirebon-Batik Malaysia sampai Amerika batik cirebon.batik tidak saja menjadi kebanggaan Indonesia. Pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO,
tak langsung menjadikan Indonesia sebagai pemilik satu-satunya batik.
Sejak dulu, teknik membatik menggunakan malam dan canting, telah
tersebar di banyak wilayah dunia. Menurut Museum Sejarah Budaya Oslo,
diketahui bahwa orang Jawa mempengaruhi seluruh teknik membuat dan
desain batik di berbagai penjuru dunia batik cirebon.

Berkembang Baik di Malaysia
Tak heran, jika teknik dan motif batik Indonesia turut menginspirasi
batik dunia seperti di Afrika, India dan Malaysia. Menurut sejarahnya,
batik Malaysia tak bisa lepas dari kebudayaan Indonesia. Pada akhir
1920-an, pengrajin batik Jawa memperkenalkan penggunaan malam dan
canting di pantai timur Malaysia batik cirebon.

Sejak abad ke-13, memang sudah terdapat hubungan dagang antara
Kerajaan Melayu di Jambi dengan kota-kota pesisir Jawa penghasil batik
seperti Cirebon, Lasem, Tuban, dan Madura. batik Jambi dan Jawa,
diketahui memiliki pengaruh kuat pada kerajinan batik di Semenanjung
Melayu batik cirebon.

Sejak itu, kebudayaan batik di Malaysia berkembang, hingga membuat
corak khas Malaysia yang agak berbeda dari corak batik Jawa. batik
Malaysia jarang memakai motif binatang karena Islam melarang gambar
binatang sebagai hiasan. Namun, tema kupu-kupu adalah pengecualian umum.
Corak batik Malaysia yang paling populer adalah daun dan bunga, juga
motif geometris seperti lilitan batik cirebon.e batik cirebon.

Teknik membatik Malaysia juga berbeda dari batik Indonesia. Karena,
corak yang digambarkan berukuran besar. Pengrajin batik Malaysia juga
tidak menggunakan canting sebagai alat lukis, melainkan kuas untuk
mengaplikasikan warna pada kain.

Warnanya pun lebih ringan dibandingkan warna batik Indonesia. batik
Malaysia kaya akan warna-warna cerah khas pesisir dan warna sogan
(kecokelatan). batik Malaysia dapat dengan mudah ditemukan di daerah
Kelantan, Terengganu, dan Pahang. batik di Johor lebih menunjukkan
pengaruh Jawa dan Sumatera, mengingat banyaknya imigran Jawa dan
Sumatera di daerah tersebut batik cirebon.

Pengakuan dari UNESCO, atas batik Indonesia
dalam daftar warisan budaya pada 2009 tak menyurutkan semangat pelaku
industri batik Malaysia untuk mempromosikan batik khas negeri mereka.
Malaysia pun mengandalkan kain bercorak itu sebagai bagian dari budaya
mereka batik cirebon.

Pejabat Malaysia memaklumi jika ada budaya mereka mirip bangsa
Indonesia, karena persamaan etnis sebagai sesama rumpun Melayu. Untuk
melestarikan batiknya, pemerintah Malaysia mewajibkan pegawai negeri
untuk menggunakan batik setiap tanggal 1 dan 15 batik cirebon.

Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Dt. Sri Utama
DR. Rais Yatim Rais menjelaskan, bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki
hubungan yang bersifat realistik. “Salah satu dari sifat realistik ini
adalah kemiripan budaya,” kata Rais. Kemiripan budaya itulah yang
menjadi penyebab pola hidup dan karya seni suatu wilayah hampir mirip
dengan yang ada di wilayah lain yang serumpun.

Rais sendiri, walau merupakan warga negara dan pejabat Malaysia,
memiliki darah Minangkabau di Sumatera Barat. Begitu pula dengan Perdana
Menteri Malaysia saat ini, Najib Tun Razak, yang berketurunan suku
Bugis di Sulawesi Selatan batik cirebon.

batik Tiongkok

Ada batik Malaysia, ada pula batik Tiongkok. batik Tiongkok berbeda
dengan batik Tionghoa Peranakan. batik Tiongkok adalah batik cetak mesin
yang beberapa tahun ini diimpor dari Tiongkok. Sedangkan batik Tionghoa
Peranakan adalah batik Indonesia yang dikembangkan oleh keturunan
Tionghoa di sebagian besar pesisir Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

batik Tiongkok banyak dijumpai di Pasar Tanah Abang Jakarta. Para
pedagang di sana menjual batik buatan Pekalongan, Solo, ada yang dari
Tiongkok dan ada juga yang berasal dari Malaysia. Model pun beragam,
mulai dari kemeja laki-laki, kemeja perempuan hingga gaun.

Aneka batik itu, termurah adalah batik Tiongkok. Harganya berkisar
antara Rp 30 ribu hingga Rp 80 ribu per buah. Sementara untuk batik
buatan Indonesia, harganya sekitar Rp 65 ribu sampai jutaan, tergantung
jenis dan motif batik cirebon.

Tahun 2006 ketika batik Tiongkok ini mulai membanjiri Indonesia, perajin
batik cap dari Pekalongan sempat merasakan dampaknya. “Produk batik
Tiongkok sempat menjadi ancaman bagi perajin batik cap (printing)
karena harganya 50% dari batik kami,” kata Yasir Muhammad, pedagang
batik asal Pekalongan. Sebagian besar motif batik Tiongkok memang meniru
corak dan motif batik Pekalongan.

Namun itu tak berlangsung lama. Karena kualitas, teknik dan motif batik
Indonesia lebih unggul dari batik Tiongkok. Terutama karena batik
Indonesia memakai teknik canting cap yang menggunakan bahan baku lilin
dan pewarnaan yang meresap di seluruh lapisan kain. Sehingga warnanya
tidak cepat luntur atau pudar.

batik Amerika

Dari Malaysia, Tiongkok, kini batik juga hadir di Amerika Serikat.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC mengadakan lomba American batik Design Competition
di AS. Dalam kompetisi yang berlangsung sejak 2011 lalu, para peserta
Amerika diberi peluang untuk merancang batik bergaya Amerika yang tetap
mengandung unsur batik Indonesia.

“Kompetisi ini merupakan proyek percobaan untuk merangsang minat
masyarakat Amerika terhadap batik Indonesia,” kata Duta Besar Indonesia
untuk AS, Dino Patti Djalal, ketika batik hasil lomba itu dipamerkan di
Jakarta batik cirebon. Para peserta membuat desain di atas kertas kemudian dilakukan
desain ulang di kain oleh perajin batik di Yogyakarta.

Sejak lomba ini diluncurkan, sekitar 100 karya masuk dari 18 negara
bagian di AS. Sembilan pemenang dihasilkan, namun hanya pemenang utama:
Elizabeth Urabe, Kelly Cobb, dan Joanne Gigliotti, yang mengunjungi
Indonesia. Mereka berpameran dan melihat proses pembuatan batik di
Yogyakarta dan di beberapa daerah lainnya. Karya-karya mereka sempat
dipamerkan di salah satu ruangan hotel The Palace, San Francisco, awal November lalu.

Para pemenang dianggap mampu mengombinasikan unsur batik Indonesia dan AS. Elizabeth, lulusan Carleton College di Northfield, MN, menerjemahkan dua budaya ini dalam batik yang bertema “Devine Unity”.
Ia menggambarkan gelora nilai kebebasan dan kemerdekaan dalam bentuk
dan pola yang luas serta ekspresif. batiknya didominasi warna natural
yang ceria seperti hijau, oranye, biru, dan kuning, yang mencerminkan
bumi, langit, rumput, bunga, dan matahari. Desain Elizabeth sangat mirip
batik asli Indonesia batik cirebon.

Kelly Cobb dari Philadelphia mengangkat kode QR yang sangat populer
di Amerika untuk motif batiknya, dan melukiskannya dalam warna indigo
yang sedikit keunguan. Sedangkan motif batik kreasi Joanne Gigliotti
menggambarkan nilai-nilai kehidupan di Amerika yang berkaitan dengan
Indonesia yaitu matahari yang terbit dari Timur dan menyinari Barat.
Ciri khas batik Indonesia ini digambarkan dengan baik oleh Joanne, yang
juga adalah dosen desain di The Smithsonian Institution.

Akhirnya bisa dibilang, batik adalah bahasa universal untuk
mengatakan tentang keindahan lingkungan yang dipadukan dengan seni.
Corak batik amat dipengaruhi oleh lingkungan di mana batik itu berasal.
Dan, akar batik itu tetap Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *