'Buyut Trusmi' Macetkan Pantura batik cirebon

27 April 2013, Comments: 0

 

batik-cirebon-batik-trusmi-kemacetan-di-pantura-ilustrasi

 

 

 

 

 

 

batik cirebon-‘Buyut Trusmi’ Macetkan Pantura. Jalur Pantura kabupaten batik Cirebon, Jawa Barat, macet total akibat arak-arakan “Memayu Buyut Trusmi” yang digelar oleh ribuan masyarakat setempat, Minggu.
Kemacetan mulai terjadi pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB mulai dari pertigaan Kedawung arah Jakarta, kendaraan sulit bergerak saat pertemuan di persimpangan Plered menuju pasar batik Trusmi batik cirebon.

Kemacetan sulit diurai, karena jumlah petugas Polisi lalu lintas terbatas, sedangkan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai ribuan orang mereka berdatangan dari Kuningan, Majalengka, batik Cirebon dan Indramayu.

Kurnia, sopir bus angkutan Jakarta batik Cirebon kepada wartawan menuturkan, setiap pelaksanaan tradisi masyarakat Pantura Kabupaten Cirebon yakni “Memayu Buyut Trusmi” jalur utama macet total, akibat ribuan pengunjung berdatangan ketempat tersebut.

“Mestinya ada arahan untuk memutar arah dari batik Cirebon menuju pesisir Indramayu, melintasi Pilang Sari, sehingga kendaraan tidak menumpuk di Plered, karena pertemuan roda dua dan empat menuju Kabupaten,”katanya.

Sementara itu Kepala Desa Trusmi Wetan, Kama Kosim kepada wartawan menuturkan, kepadatan arus lalu lintas sepanjang jalur utama Pantura menuju Jakarta melintasi Plered sulit dihindari, akibat ribuan pengunjung berdatangan untuk menggelar “Memayu Buyut Trusmi” batik cirebon.

“Tradisi tersebut tetap dijaga oleh warga Cirebon, sehingga sulit menghindari kemacetan di jalur utama Pantura,”katanya.

Kapolsek Plered AKP Tutu Mulyana menuturkan, sulit mengatasi kepadatan kendaraan di jalur utama Pantura batik Cirebon saat digelar tradisi masyarakat setempat, karena jumlah pengunjung mencapai ribuan orang. batik cirebon.

“Mestinya ada arahan untuk memutar arah dari batik Cirebon menuju pesisir Indramayu, melintasi Pilang Sari, sehingga kendaraan tidak menumpuk di Plered, karena pertemuan roda dua dan empat menuju Kabupaten,”katanya.

Sementara itu Kepala Desa Trusmi Wetan, Kama Kosim kepada wartawan menuturkan, kepadatan arus lalu lintas sepanjang jalur utama Pantura menuju Jakarta melintasi Plered sulit dihindari, akibat ribuan pengunjung berdatangan untuk menggelar “Memayu Buyut Trusmi” batik cirebon.

“Tradisi tersebut tetap dijaga oleh warga Cirebon, sehingga sulit menghindari kemacetan di jalur utama Pantura,”katanya.

Kapolsek Plered AKP Tutu Mulyana menuturkan, sulit mengatasi kepadatan kendaraan di jalur utama Pantura batik Cirebon saat digelar tradisi masyarakat setempat, karena jumlah pengunjung mencapai ribuan orang. batik cirebon.

“Mestinya ada arahan untuk memutar arah dari batik Cirebon menuju pesisir Indramayu, melintasi Pilang Sari, sehingga kendaraan tidak menumpuk di Plered, karena pertemuan roda dua dan empat menuju Kabupaten,”katanya.

Sementara itu Kepala Desa Trusmi Wetan, Kama Kosim kepada wartawan menuturkan, kepadatan arus lalu lintas sepanjang jalur utama Pantura menuju Jakarta melintasi Plered sulit dihindari, akibat ribuan pengunjung berdatangan untuk menggelar “Memayu Buyut Trusmi” batik cirebon.

“Tradisi tersebut tetap dijaga oleh warga Cirebon, sehingga sulit menghindari kemacetan di jalur utama Pantura,”katanya.

Kapolsek Plered AKP Tutu Mulyana menuturkan, sulit mengatasi kepadatan kendaraan di jalur utama Pantura batik Cirebon saat digelar tradisi masyarakat setempat, karena jumlah pengunjung mencapai ribuan orang. batik cirebon.

 

 

Sumber:republika

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *