Sriwedari Jadi Titik Pertama Solo Batik Carnival batik cirebon

14 April 2013, Comments: 0

batik-nuansa-cina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

batik cirebon – Pengunjung Solo Batik Carnival pada 30 Juni 2012 akan diwajibkan masuk Stadion Sriwedari sebelum kirab dimulai batik cirebon. Di dalam stadion, panitia akan menampilkan peserta kirab dan sebuah pertunjukan.

Rampung melihat pertunjukan, kirab pun dimulai dari Stadion Sriwedari menuju Balai Kota Surakarta. Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Surakarta Widdi Srihanto kepada Tempomengatakan nantinya masyarakat bisa menonton pertunjukan Solo Batik Carnival secara lebih maksimal di dalam stadion.

“Tiket masuknya Rp 25 ribu,” katanya, Selasa, 17 April 2012. Untuk itu, dia mengatakan tidak ada lagi panggung yang didirikan di sepanjang rute kirab. Selama ini, ada titik-titik yang dijual kepada pelaku pariwisata di Surakarta untuk dibuat panggung, lantas dijual secara eksklusif kepada tamu hotel atau wisatawan.

Widdi menambahkan, karena sudah ada lokasi pertunjukan di Stadion Sriwedari, maka panggung tidak diperlukan lagi batik cirebon. Oleh karena itu, kesempatan bagi masyarakat umum untuk bisa menonton jadi lebih bebas.

Sementara itu, juru bicara Hotel Novotel dan Ibis, Ika Florentina, mengaku hingga kini belum mendapat pemberitahuan seputar tidak adanya pendirian panggung di rute kirab. Manajemen hotel tahun lalu membuat panggung dengan kapasitas 200 orang.

“Rencananya, kami akan bikin panggung lagi karena permintaannya tinggi. Tahun lalu saja, kami menolak 100 peminat,” katanya. Biasanya penjualan tiket pertunjukan panggung digabung dengan kamar. Untuk Novotel dijual Rp 800 ribu dan Ibis Rp 700-an ribu. “Kalau hanya tiket menonton, kami jual Rp 150 ribu.”

Dia tetap berharap diberi kesempatan mendirikan panggung batik cirebon. Sebab, jika harus membawa tamu hotel ke Sriwedari, dirasakan tidak nyaman dan kesannya tidak eksklusif. “Sepertinya kurang nyaman kalau tamu harus menonton di Sriwedari,” ucapnya.

Pemilik Omah Sinten, Slamet Raharjo, punya harapan serupa. Dia ingin bisa tetap membuat panggung menonton sendiri. Tahun lalu, dia menjual paket menonton plus menginap seharga Rp 2 juta per orang. “Kalau ternyata hanya boleh menonton di Sriwedari, biar masyarakat Solo saja,” katanya. Dia mengaku kurang sreg jika harus membuat paket menonton di Stadion Sriwedari.

Widdi mengatakan pelaku pariwisata tidak perlu khawatir soal teknis menonton. Sebab di Stadion Sriwedari juga bisa mendirikan panggung menonton untuk tamu VIP. “Itu bisa didirikan. Tentunya nanti tarifnya beda,” ujarnya.

 

Sumber: batiksolo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *