berita batik solo batik cirebon

28 Mei 2013, Comments: 0

batik -cirebon -mengenal-batik-dari-dedaunan

batik cirebon-berita batik solo batik cirebon Pengembangan sentra kerajinan Batik di Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo terkendala seretnya proses produksi. Pengrajin Batik harus berhutang sambil menunggu penjualan produk untuk pembelian bahan demi kelangsungan usaha.

Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Barokah Desa Cangkol, Suradi menyebutkan kerajinan Batik tumbuh dan berkembang di desanya beberapa bulan terakhir. Dia mengatakan pengrajin membentuk enam kelompok usaha bersama (kube) dengan masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 10 orang.

“Kegiatan pemasaran sudah mulai berjalan batik cirebon. Para pengrajin bahkan punya showroom Batik di Laweyan. Tapi justru proses produksi terhambat faktor modal,” ungkapnya dijumpaiSolopos.com di lokasi sentra Batik Kube Manggar di Dukuh Pengen, Desa Cangkol, Selasa (17/7/2012).

Suradi menjelaskan modal terbatas menjadi keluhan enam kube di desanya. Menurut dia, selama ini proses pembuatan Batik dilakukan dengan cara berhutang sambil menunggu penjualan produk. Sehingga selama Batik belum terjual, produksi dihentikan sementara.

Seragam Pegawai

Ketua Kube Manggar Dukuh Pengen, Ruchanah, menyatakan faktor kesulitan modal membuat 10 pengrajin Batik di kelompoknya hanya bekerja satu hari dalam satu pekan. “Terkecuali ada pesanan khusus, anggota kelompok masuk setiap hari untuk memenuhi batas waktu order,” batik cirebon paparnya dalam kesempatan yang sama.

Ruchanah meminta pemerintah daerah memperhatikan kesulitan yang dialami pengrajin Batik di desanya. Terlebih meski belum lama, usaha kerajinan Batik di Cangkol mampu menampung banyak tenaga kerja. Menurut dia, selain pemberdayaan, sentra Batik tulis yang digeluti warga Cangkol memiliki prospek cerah.

Suradi juga mengemukakan harapan serupa. Dia bahkan meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kemungkinan penggunaan Batik Cangkol sebagai seragam pegawai di lingkungan pemkab. “Kebijakan itu salah satu cara mendorong perkembangan sentra Batik Cangkol sebagai aset dan potensi daerah,” jelasnya batik cirebon.

uradi juga mengemukakan harapan serupa. Dia bahkan meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kemungkinan penggunaan Batik Cangkol sebagai seragam pegawai di lingkungan pemkab. “Kebijakan itu salah satu cara mendorong perkembangan sentra Batik Cangkol sebagai aset dan potensi daerah,” jelasnya

uradi juga mengemukakan harapan serupa. Dia bahkan meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kemungkinan penggunaan Batik Cangkol sebagai seragam pegawai di lingkungan pemkab. “Kebijakan itu salah satu cara mendorong perkembangan sentra Batik Cangkol sebagai aset dan potensi daerah,” jelasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *