'Buyut Trusmi' Batik Cirebon Macetkan Pantura

7 Mei 2013, Comments: 0

batik-cirebon-Batik-trusmi-cirebon-indonesia-murah-banget-banget

 

 

 

 

 

batik cirebon-‘Buyut Trusmi’ Macetkan Pantura batik cirebon. Jalur Pantura kabupaten Cirebon, Jawa Barat, macet total akibat arak-arakan “Memayu Buyut Trusmi” yang digelar oleh ribuan masyarakat setempat, Minggu.
Kemacetan mulai terjadi pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB mulai dari pertigaan Kedawung arah Jakarta, kendaraan sulit bergerak saat pertemuan di persimpangan Plered menuju pasar batik Trusmi.

Kemacetan sulit diurai, karena jumlah petugas Polisi lalu lintas terbatas, sedangkan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai ribuan orang mereka berdatangan dari Kuningan, Majalengka, Cirebon dan Indramayu.

batik cirebon Kurnia, sopir bus angkutan Jakarta Cirebon kepada wartawan menuturkan, setiap pelaksanaan tradisi masyarakat Pantura Kabupaten Cirebon yakni “Memayu Buyut Trusmi” jalur utama macet total, akibat ribuan pengunjung berdatangan ketempat tersebut.

“Mestinya ada arahan untuk memutar arah dari Cirebon menuju pesisir Indramayu, melintasi Pilang Sari, sehingga kendaraan tidak menumpuk di Plered, karena pertemuan roda dua dan empat menuju Kabupaten,”katanya.

Sementara itu Kepala Desa Trusmi Wetan, Kama Kosim kepada wartawan menuturkan, kepadatan arus lalu lintas sepanjang jalur utama Pantura menuju Jakarta melintasi Plered sulit dihindari, akibat ribuan pengunjung berdatangan untuk menggelar “Memayu Buyut Trusmi”.

“Tradisi tersebut tetap dijaga oleh warga Cirebon, sehingga sulit menghindari kemacetan di jalur utama Pantura,”katanya.

Kapolsek Plered AKP Tutu Mulyana menuturkan, sulit mengatasi kepadatan kendaraan di jalur utama Pantura Cirebon saat digelar tradisi masyarakat setempat, karena jumlah pengunjung mencapai ribuan orang.

“Mestinya ada arahan untuk memutar arah dari Cirebon menuju pesisir Indramayu, melintasi Pilang Sari, sehingga kendaraan tidak menumpuk di Plered, karena pertemuan roda dua dan empat menuju Kabupaten,”katanya.

Sementara itu Kepala Desa Trusmi Wetan, Kama Kosim kepada wartawan menuturkan, kepadatan arus lalu lintas sepanjang jalur utama Pantura menuju Jakarta melintasi Plered sulit dihindari, akibat ribuan pengunjung berdatangan untuk menggelar “Memayu Buyut Trusmi”.

“Tradisi tersebut tetap dijaga oleh warga Cirebon, sehingga sulit menghindari kemacetan di jalur utama Pantura,”katanya.

batik cirebon Kapolsek Plered AKP Tutu Mulyana menuturkan, sulit mengatasi kepadatan kendaraan di jalur utama Pantura Cirebon saat digelar tradisi masyarakat setempat, karena jumlah pengunjung mencapai ribuan orang.

 

 

Sumber:republika

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *