Pelabuhan Bobol, Impor Batik Selundupan Marak Batik Cirebon

12 Mei 2013, Comments: 0

batik-cirebon-proses-batik-trusmi-cirebon-indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Batik Cirebon-Pelabuhan Bobol, Impor Batik Selundupan Marak Batik Cirebon.Maraknya batik impor selundupan ditengarai akibat kurangnya pengawasan di pelabuhan, terutama yang tidak memiliki izin sebagai pintu masuk produk tekstil sesuai aturan pemerintah.

Staf ahli Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Benny Soetrisno, mengatakan maraknya selundupan batik karena ada permainan di pelabuhan. “Ada permainan di pelabuhan itu,” kata Benny, di Jakarta, Jumat (10/5/2013).

Batik Cirebon Padahal pemerintah telah memberlakukan peraturan hanya 5 pelabuhan yang bisa melakukan impor tekstil, termasuk batik Batik Cirebon.

Batik Cirebon Aturan ini bertujuan sebagai tindakan pencegahan aksi penyelundupan. Kelima pelabuhan tersebut, yakni Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Belawan Medan, Makassar, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Selain hanya di pelabuhan tertentu yang ditunjuk, setiap importasi sudah diwajibkan minta izin berapa volume barang yang dimuat,” lanjut Benny. Sebagai informasi, satu kontainer bisa memuat komoditas sebesar 21 ton.

Batik Cirebon Kalaupun ada batik-batik yang masuk ke pasaran Indonesia secara resmi, Benny menegaskan itu bukanlah batik. Sebab mengacu pada UNESCO, batik asli adalah buatan Indonesia.

Batik Cirebon “Saya ngelihatnya itu bukan batik. Itu printing. Orang pasti tahu batik. Seharusnya sekarang teman-teman mulai mematenkan batiknya. Dan pemerintah melakukan pengawasan barang beredar,” tutup Benny.

Aturan ini bertujuan sebagai tindakan pencegahan aksi penyelundupan. Kelima pelabuhan tersebut, yakni Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Belawan Medan, Makassar, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Selain hanya di pelabuhan tertentu yang ditunjuk, setiap importasi sudah diwajibkan minta izin berapa volume barang yang dimuat,” lanjut Benny. Sebagai informasi, satu kontainer bisa memuat komoditas sebesar 21 ton.

Batik Cirebon Kalaupun ada batik-batik yang masuk ke pasaran Indonesia secara resmi, Benny menegaskan itu bukanlah batik. Sebab mengacu pada UNESCO, batik asli adalah buatan Indonesia.

“Saya ngelihatnya itu bukan batik. Itu printing. Orang pasti tahu batik. Seharusnya sekarang teman-teman mulai mematenkan batiknya. Dan pemerintah melakukan pengawasan barang beredar,” tutup Benny.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan selama kuartal I 2013, terdapat 159 ton batik China yang diimpor senilai US$ 4,6 juta atau setara Rp 43,7 miliar Batik Cirebon.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan selama kuartal I 2013, terdapat 159 ton batik China yang diimpor senilai US$ 4,6 juta atau setara Rp 43,7 miliar Batik Cirebon.

Aturan ini bertujuan sebagai tindakan pencegahan aksi penyelundupan. Kelima pelabuhan tersebut, yakni Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Belawan Medan, Makassar, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Selain hanya di pelabuhan tertentu yang ditunjuk, setiap importasi sudah diwajibkan minta izin berapa volume barang yang dimuat,” lanjut Benny. Sebagai informasi, satu kontainer bisa memuat komoditas sebesar 21 ton.

Batik Cirebon Kalaupun ada batik-batik yang masuk ke pasaran Indonesia secara resmi, Benny menegaskan itu bukanlah batik. Sebab mengacu pada UNESCO, batik asli adalah buatan Indonesia.

“Saya ngelihatnya itu bukan batik. Itu printing. Orang pasti tahu batik. Seharusnya sekarang teman-teman mulai mematenkan batiknya. Dan pemerintah melakukan pengawasan barang beredar,” tutup Benny.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan selama kuartal I 2013, terdapat 159 ton batik China yang diimpor senilai US$ 4,6 juta atau setara Rp 43,7 miliar Batik Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *