Siswa SMP Pamerkan Batik Khas Sumenep Batik Cirebon

21 Mei 2013, Comments: 0

batik-cirebon-hardyan-Batik-trusmi-batik-cirebon-batik-indonesiaBatik Cirebon-Siswa SMP Pamerkan Batik Khas Sumenep Batik Cirebon.Memperingati hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/05/13), puluhan siswa SMP di Sumenep ‘unjuk gigi’ di halaman Pemkab setempat. Mereka membatik tulis dengan corak khas Sumenep.

Batik Cirebon Para siswa berbagi tugas, mulai membuat pola dan corak batik, kemudian sebagian lain mempersiapkan malam untuk membatik, dan yang lainnya membatik dengan duduk lesehan.

Guru pembimbing ketrampilan membatik di SMP Negeri 1 Sumenep, Banun Rahemaningsih menjelaskan, sekolah mengajari para siswa membatik, sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian terhadap warisan leluhur. “Batik ini kan budaya asli Indonesia. Anak-anak sejak dini diajari untuk mengenal dan mencintai batik, agar mereka bangga dengan warisan budaya asli Indonesia Batik Cirebon,” katanya.

Batik Cirebon Menurutnya, para siswa beberapa kali diajak untuk turun langsung ke sentra batik Sumenep, di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto. Para siswa mengenal dan belajar membatik langsung dari para pengrajin batik tulis Sumenep. “Sekarang para siswa sudah pandai membatik. Tidak hanya yang perempuan. Siswa pria juga tidak sedikit lho, yang piawai membatik,” ujarnya bangga.

Batik Cirebon Bannun mengaku tidak memaksakan seluruh anak didiknya untuk mengikuti ketrampilan membatik, karena ini hanya sebuah kegiatan ekstra kurikuler. Hanya para siswa yang berminat saja yang dibimbing untuk bisa membatik. “Tapi sejauh ini minat siswa agar bisa membatik sangat tinggi. Anak-anak sangat antusias dengan ekstra kurikuler membatik. Sekarang sudah banyak yang pinter membatik. Hasilnya juga bisa dilihat. Gak kalah kok dengan pengrajin batik aslinya,” tuturnya sambil tersenyum.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Ahmad Sadik, mengaku mendukung penuh kegiatan para siswa membatik di sekolah, karena batik merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan. “Jadi sangat positif kalau para siswa juga dikenalkan dengan tradisi batik tulis. Apalagi bisa membatik sendiri. Sangat bagus itu,” ujarnya bangga .

Batik Cirebon Sadik menambahkan, sebagai salah satu upaya mendukung pelestarian batik tulis, pihaknya mewajibkan para siswa di sumenep, mulai siswa SD, SMP, SMA, dan SMK, berpakaian batik Sumenep setiap hari Rabu dan Kamis.

“Yang dipakai harus batik tulis khas Sumenep. Bukan asal batik. Ini untuk melestarikan dan menambah kecintaan pada batik tulis dengan corak khas Sumenep,” terangnya Batik Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *