Batik China Makin Gencar Gempur Pasar Dalam Negeri Batik Cirebon

18 Juni 2013, Comments: 0

batik -cirebon -mengenal-batik-dari-dedaunanBatik Cirebon-Batik China Makin Gencar Gempur Pasar Dalam Negeri Batik Cirebon.Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi (DPD HIPPI) DKI Jakarta menyampaikan keprihatinannya atas kondisi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia.

Batik Cirebon Saat ini, dunia UMKM yang sudah memprihatinkan itu diperparah oleh kenyataan bahwa pasar batik Indonesia kebanjiran produk impor yang nilanya mencapai Rp 43 miliar dalam bulan Januari-Maret 2013.

Data itu dikemukakan Angelina Yuri seusai temu media tentang bersatunya tiga dunia asosiasi usaha dalam membantu pelaku usaha sektor UMKM dalam  mempersipakan diri menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada  2015. Acara berlangsung di Ex-Splash, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013) petang.

Batik Cirebon Ketiga asosiasi dunia usaha yang membangun kerja masa membantu UMKM itu ialah  HIPMI Jaya, HIPPI DKI Jakarta dan Iwapi DKI Jakarta.

Batik Cirebon “Sebenarnya MEA 2015 tetap bisa dilihat sebagai potensi, bukan ancaman. Tapi ada syaratnya, yaitu jika kita dapat mempersiapkan diri,” kata Angelina.

Namun, katanya, dunia UMKM masih terus menghadapi kendala. Kendala terbesar para pelaku usaha di sektor UMKM adalah permodalan.

Batik Cirebon “Hal ini tidak diimbangi dengan kesigapan pemerintah untuk menyalurkan permodalan. Pemerintah banyak memberikan janji namun dalam kenyataannya UMKM di berbagai kota mengalami kendala mengakses modal,” tutur Angelina.

Data itu dikemukakan Angelina Yuri seusai temu media tentang bersatunya tiga dunia asosiasi usaha dalam membantu pelaku usaha sektor UMKM dalam  mempersipakan diri menghadapi berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada  2015. Acara berlangsung di Ex-Splash, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013) petang.

Batik Cirebon Ketiga asosiasi dunia usaha yang membangun kerja masa membantu UMKM itu ialah  HIPMI Jaya, HIPPI DKI Jakarta dan Iwapi DKI Jakarta.

“Sebenarnya MEA 2015 tetap bisa dilihat sebagai potensi, bukan ancaman. Tapi ada syaratnya, yaitu jika kita dapat mempersiapkan diri,” kata Angelina.

Batik Cirebon Namun, katanya, dunia UMKM masih terus menghadapi kendala. Kendala terbesar para pelaku usaha di sektor UMKM adalah permodalan.

Batik Cirebon “Hal ini tidak diimbangi dengan kesigapan pemerintah untuk menyalurkan permodalan. Pemerintah banyak memberikan janji namun dalam kenyataannya UMKM di berbagai kota mengalami kendala mengakses modal,” tutur Angelina.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *