Batikmark Melindungi Batik Indonesia Batik Cirebon

19 Juni 2013, Comments: 0

batik-cirebon-batik-terpanjang-di-indonesiaBatikmark Melindungi Batik Indonesia Batik Cirebon.Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan produk batik yang ada di Indonesia, Batik Indonesia secara bertahap telah didaftarkan dengan logo BATIKMARK “batik Indonesia” yang tercantum dalam perlindungan Hak Cipta Nomor 034100 pada Ditjen HKI, Kementerian Hukum dan HAM.

Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat mengatakan hal itu saat membuka Pameran Batikmark Batik Berkualitas, di Plasa Pameran Industri Kemenperin, Jakarta, Selasa (23/4) yang berlangsung hingga 26 April mendatang.

Batik Cirebon Penyelenggaraan pameran ini merupakan kerjasama antara Kementerian Perindustrian dengan Yayasan Batik Indonesia, yang menampilkan karya IKM unggulan Batik Nusantara.

Batikmark adalah suatu tanda yang menunjukkan identitas dan ciri batik buatan Indonesia yang terdiri dari tiga jenis, yakni batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi tulis dan cap. Tujuan utama penerbitan sertifikasi Batikmark adalah memastikan perspektif dunia bahwa tekstil bermotif dan berproses batik adalah kekayaan tradisional Indonesia dan menjaga kualitas tekstil bermotif batik dan berproses batik tersebut kepada para konsumen batik.

Logo tersebut, menurut Menperin merupakan alat pembeda batik buatan Indonesia dengan produk batik dari negara lain. “Sehingga memudahkan konsumen manca negara mengenal batik Indonesia ataupun para pembeli dalam negeri untuk lebih meyakini dari apa yang akan dipakai,” ucap Menperin.

Batik Cirebon Selain itu, dengan adanya Batikmark pada setiap produk batik produksi Indonesia, Menperin berharap praktik pemalsuan produk batik yang sering dilakukan negara-negara lain dapat diminimalkan.” Sebab selama ini banyak produk batik buatan perajin Indonesia yang diekspor tanpa identitas apa pun, sehingga sampai di negara tujuan, produk tersebut kemudian diberi merek ataupun label lain, serta diakui sebagai produk negara lain,” ujar Menperin menambahkan Batik Cirebon.

Untuk memasyarakatkannya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 74 tahun 2007 tentang Penggunaan BATIKMARK “batik Indonesia” yang selanjutnya diatur melalui Peraturan Dirjen IKM Nomor 71 tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan BATIKMARK “batik Indonesia”.

Sertifikasi ini juga bertujuan untuk menghadapi kompetisi produk identik atau mirip yang dijual di pasaran dan untuk menghadapi ancaman pembajakan batik asal Indonesia oleh produsen tekstil luar negeri yang sudah berlangsung lama.

Untuk memperoleh sertifikat penggunaan Batikmark, produk batik dari produsen harus melewati serangkaian tes yang dilakukan oleh Balai Besar Industri Kerajinan dan Batik dengan mengacu pada standar Nasional. Institusi ini merupakan lembaga yang disahkan oleh Keputusan Menteri untuk melakukan tes tambahan pada tekstil bermotif batik.

Tujuan tes adalah untuk memastikan bahwa tekstil tersebut memenuhi standar sertifikasi dari tekstil bermotif batik, dari bahan diterapkan pada tekstil, pola, teknik pencelupan, dan kualitas tekstil. Jika telah memenuhi syarat akan mendapatkan nomor sertifikasi Batikmark yang berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang. Label ini telah dilindungi hak cipta di Kantor Hak Cipta Indonesia Batik Cirebon.

Hingga saat ini, Balai Besar Industri Kerajinan dan Batik telah mengeluarkan 106 sertifikat, dan terus meningkat dengan semakin sadarnya IKM Batik atas pemanfaatan Batikmark dengan memerlukan sosialisasi dan bantuan biaya yang bersumber dari dana Dekon yang ada didaerah.

Batik Cirebon Menperin mengharapkan pameran Batikmark dapat  menjadi ajang promosi dan interaksi langsung dengan masyarakat guna membangun kecintaan penggunaan produk dalam negeri. Selain itu, kehadiran pengunjung diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pengembangan dan kemajuan IKM sehingga produk industri dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *