Keanekaragaman Batik Milik Ronawiska Batik Cirebon

30 Juni 2013, Comments: 0

batik-cirebon-murah-tulisBatik Cirebon-Keanekaragaman Batik Milik Ronawiska Batik Cirebon.Dari sisa-sisa kain yang terbuang dan tak dimanfaatkan, ternyata bisa diolah kembali menjadi produk khas yang menarik dan berdaya komersil tinggi. Setidaknya hal itu diterapkan gerai batik dan salon kecantikan Ronawiska, Jln. Pattimura, kawasan Pulugangsa No 29 Ambon.

Pemilik Ronawiska Yenny Soplanit mengatakan pihaknya sengaja tidak menyia-nyiakan sisa-sisa kain yang tidak terpakai untuk dijadikan aksesori menarik pada batik yang dijual gerai ini. ’’Jadi sisa-sisa kain itu kita tidak membuangnya, tetapi kita kumpulkan untuk membuat aksesori pada motif batik khas lokal,’’ ungkapnya kepada pers di Ambon, Selasa, 25 Juni 2013.

Batik Cirebon Yenny menyebutkan batik yang diproduksi pihaknya memiliki motif sendiri. Menariknya, bukan hanya batik, Ronawiska juga menyediakan produk-produk lain seperti gelang, kalung, anting, dan aksesoris lokal lainnya. ’’Semuanya dijual set,’’ urainya.

Yenny menyarankan para konsumen batik agar ketika membeli batik langsung dilengkapi aksesorisnya sehingga kombinasinya terlihat lebih bagus dan cantik. Tenaga kerja Ronawiska kebanyakan sumber daya manusia lokal. Pemesan batik Ronawiska bukan hanya dari Ambon, tetapi juga datang dari Jayapura, Sorong, Surabaya, Sulawesi Tenggara, Jakarta, dan Kalimantan. ’’Orang Ambon yang berada di daerah-daerah lain juga ikut memesan langsung dari Ronawiska,’’ ungkapnya.

Batik Cirebon Yenny menuturkan Ronawiska juga menjual keanekaragaman hasil alam dan budaya yang dimiliki seperti parang dan salawaku (sepasang senjata tradisional Maluku). Parang-Salawaku terdiri dari parang (pisau panjang) dan salawaku (perisai) yang merupakan senjata berperang tradisional.

Batik Cirebon Selain itu, logo Pemerintah Kota Ambon yang terdapat mutiara, melambangkan kekayaan yang dimiliki masyarakat Ambon juga ada di situ. Sekadar tahu, Kabupaten Aru merupakan salah satu pulau di Maluku Tenggara yang membudidayakan mutiara. Butiran mutiara dobo memiliki warna alamiah putih perak hingga hitam. Kemudian pala dan cengkeh terkenal di dunia sebagai rempah-rempah yang dicari orang Eropa) merupakan komoditi yang yang tidak ada duanya di muka bumi.

Batik Cirebon ’’Semua itu menjadi ciri khas kepulauan Maluku. Dan Siwalima dalah jatidiri dalam budaya Maluku. Siwa berarti sembilan dan lima/rima yang artinya lima. Semua ciri khas itu kita akomodasi dalam produk batik maupun aksesoris milik Ronawiska,’’ tutupnya. (ev/mg-bm 015)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *