Mulai Bangkit, Batik Tanuraksan Kebumen Masih Sulit Dipasarkan Batik Cirebon

18 Juni 2013, Comments: 0

batik-cirebon-mesin-pencetak-batikbatik cirebon-Mulai Bangkit, Batik Tanuraksan Kebumen Masih Sulit Dipasarkan Batik Cirebon.Batik Kebumen sudah ada sejak dahulu, pernah mengalami masa jaya, sempat lenyap dan kini mulai bangkit kembali. Salah satu brand batik yang terkenal adalah “Batik Tanuraksan”.

Setelah sempat lama menghilang, industri batik bersakala rumahan di Tanuraksan mulai ramai kembali. Ifah, salah satu pemilik industri batik rumahan di Jl. Karangsambung RT. 2/2 Dukuh Tanuraksan Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen mengakui adanya beberapa kendala yang menghambat perkembangan industri batik di Kebumen, khususanya batik Tanuraksan.

batik cirebon Beberapa diantaranya ialah produksi yang masih terbatas oleh kurangnya sarana. Cuaca juga sangat berpengaruh pada produksi batik.

Kendala lain yang sangat terasa adalah sulitnya memasarkan produk batik lokal Kebumen, karena adanya persaingan ketat dengan produk batik lainnya seperti batik Madura, Solo, Pekalongan, Jogja, dll. Batik-batik dari luar Kebumen gencar masuk ke wilayah pemasaran Kebumen. Selain itu, juga ada anggapan masyarakat konsumen bahwa batik lokal Kebumen lebih mahal dibanding yang lainnya.

“Banyak yang bilang batik Kebumen mahal, tapi kan kualitasnya lumayan daripada yang lain, bahannya berbeda.” ujar Ifah kepada Berita Kebumen On Line, Jum’at (17/5/2013) batik cirebon.

batik cirebon Ia tak menyangkal akah hal itu, namun ada beberapa alasan yang menyebabkan batik Kebumen sedikit lebih mahal dari batik lain. Selain karena kualitas yang lebih baik, juga karena biaya produksi batik di Kebumen lebih mahal. Bahan-bahan pembuatan batik, seperti kain masih mengambil dari luar kota sehingga butuh biaya transportasi.

Tempat usaha pembuatan batik milik Ifah memproduksi batik tulis, batik cap, batik printing/sablon dan kombinasi. 40 lembar kain batik printing bisa dibuat dalam 1-2 hari jika cuaca cerah. Batik cap jadi dalam 2-3 hari, sedang batik tulis tiga hari atau lebih baru menghasilkan satu lembar. Kain batik printing dan cap berukuran 200 x 25cm, sedang batik tulis 200 x 50 cm. Ada 6 orang pekerja di tempatnya, namun hanya 2 orang yang mengerjakan batik tulis.

Ifah biasa menjual produknya berkisar Rp 180 ribu untuk batik tulis, Rp 95 ribu untuk batik cap dan batik printing sekitar Rp 50 ribu batik cirebon.

“Kalau saya pemasaran masih di sekitar kebumen, kalau penjual-penjual yang lain mungkin sudah lebih jauh.” jelas Ifah. (bk01/mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *