Pesona Batik Madura yang Go Internasional Batik Cirebon

8 Juni 2013, Comments: 0

batik-cirebon-murahBatik Cirebon-Pesona Batik Madura yang Go Internasional Batik Cirebon.Mengawali usaha hanya bersama 4 karyawan, Pesona Batik Madura (PBM) kini berkembang dengan 400 karyawan. Jujur dan selalu aktif dalam pameran menjadi beberapa kunci suksesnya.

“Saya tidak pernah nambahi atau mengurangi takaran. Kalau takarannya segitu, harga batiknya juga segitu,” kata pemilik PBM Siti Maimona kepada wartawan di galerinya di Jalan Lawu 19, Mlajah, Bangkalan, Madura, akhir pekan lalu.

Siti menceritakan, dirinya merupakan generasi keempat dari keluarga pembatik. Berawal dari coba-coba untuk membangkitkan batik Madura, Siti akhirnya terjun bebas ke bisnis batik. Siti memulainya di tahun 1990 dengan hanya bermodal Rp 5 juta.

Batik Cirebon Bisnis tersebut sempat jatuh bangun hingga pada tahun 2005, Siti mendapat pinjaman dana Rp 15 juta dari PT Semen Indonesia (dulu PT Semen Gresik). Dengan pinjaman itu, Siti secara otomatis menjadi mitra binaan PT SI. Setelah itu pinjaman Rp 20 juta mengalir.

Batik Cirebon Saat itulah bisnis batik Siti mulai berkembang. Berkembangnya PBM diaku Siti tak lepas dari pelatihan dan pameran yang diselenggarakan PT SI. Untuk lebih mengembangkan usahanya, Siti meminta kucuran dana yang lebih besar lagi yakni Rp 100 juta.

“Saya disekolahkan dan diajak berpameran,” lanjut Siti.

Tak hanya di dalam negeri, Siti diberi kesempatan berpameran di luar negeri seperti di Italia, Cina, Jepang, dan Dubai. Dengan banyaknya pelatihan dan pameran yang diikuti, usaha batik Siti terus meluas. Setiap bulannya, Siti mampu memproduksi 5 ribu potong kain batik.

“Kalau omzet sekitar Rp 300 juta per bulan,” ujar perempuan berkulit kuning langsat tersebut.

Omzet tersebut, kata Siti, didapatkannya dengan menjual hasil karyanya ke luar negeri seperti ke Jepang, Australia, Italia, Prancis, dan Thailand. Selain itu, pasar lokal yang disasarnya pun tak kalah ramai. Ada 6 outlet batik yang kini sudah dipunyainya yang tersebar di Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Surabaya Batik Cirebon.

Siti menerangkan, batik Madura tetap mendapat tempat karena mempunyai ciri khas tersendiri. Ciri batik Madura adalah warnanya yang cerah dan motifnya yang beraneka ragam yang menggambarkan karakter masyarakat lokal.

Batik Cirebon Proses pembuatan batik juga menjadi salah satu keunggulan batik Madura. Semakin lama batik direndam, maka harganya semakin mahal karena warnanya yang semakin pekat. Kain batik Siti diharga mulai dari Rp 60 ribu – Rp 9 juta.

“Karena batik yang semakin memasyarakat, maka yang paling laku yang harganya di bawah Rp 100 ribu,” tandas Siti.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *