Sandal Batik Cirebon Rambah Malaysia dan Jepang

19 Juni 2013, Comments: 0

sandal-batik-motif-batik-cirebonBatik Cirebon Para perajin sandal di daerah Pantura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku hasil kerajin sandal motif batik diminati sejumlah negara Asia.

“Seperti, Singapura, Malaysia dan Jepang,” kata Kasmidi, salah seorang perajin sandal motif batik di Cirebon, Kamis (13/6).

Kasmidi menyebut, bahan yang dijadikan sandal berupa karet kemudian dilapisi kain motif batik khas Cirebon. Sebelumnya mereka menjual sesuai warna bahan baku, tetapi setelah dikembangkan dengan kain batik usaha tersebut kembali menggairahkan.

Diakui Kasmidi, sandal batik sebelumnya kurang diminati. Namun, setelah dipesan dari Jakarta dan Bandung pesanan mulai meningkat, kini perajin memasok untuk ekspor.

Perajin sandal lainnya, Sugeng mengaku, usaha kerajinan membuat sandal berbahan karet sudah dilakukan turun temurun. Namun, karena kurang kreasi membuat penjualannya sempat lesu.

“Sandal karet motif batik khas Cirebonan mampu mendongkrak kembali usaha kerajinan rakyat pantura,” kata perajin asal Kecamatan Plumbun, Kabupaten Cirebon ini Batik Cirebon.

Berbicara secara terpisah, Nurahman, salah seorang pedagang asal Bandung mengaku, sandal karet motif batik khas Cirebon cukup laris. Dalam sepekan bisa terjual sekitar 200 pasang, sebelumnya paling hanya 40 pasang.

Batik Cirebon Para perajin sandal di daerah Pantura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku hasil kerajin sandal motif batik diminati sejumlah negara Asia.

“Seperti, Singapura, Malaysia dan Jepang,” kata Kasmidi, salah seorang perajin sandal motif batik di Cirebon, Kamis (13/6).

Diakui Kasmidi, sandal batik sebelumnya kurang diminati. Namun, setelah dipesan dari Jakarta dan Bandung pesanan mulai meningkat, kini perajin memasok untuk ekspor.

Perajin sandal lainnya, Sugeng mengaku, usaha kerajinan membuat sandal berbahan karet sudah dilakukan turun temurun. Namun, karena kurang kreasi membuat penjualannya sempat lesu.

Daerah penghasil produksi dan pengrajin batik Cirebonan terdapat di 5 wilayah desa yang berbeda, tepatnya daerah-daerah yang ada di sekitar desa Trusmi (pusat batik Cirebonan). Desa-desa yang berada di sekitar desa Trusmi diantaranya desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, Kalitengah dan Panembahan. Pertumbuhan batik Trusmi nampak bergerak dengan cepat mulai tahun 2000, hal ini bisa dilihat dari banyaknya bermunculan showroom-showroom batik yang berada di sekitar jalan utama desa Trusmi dan Panembahan. Pemilik showroom batik Trusmi hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Trusmi asli walaupun ada satu atau dua saja yang dimiliki oleh pemilik modal dari luar Trusmi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *