Batik Cirebon-Masyarakat Antusias Sambut “Ider-ideran” Buyut Trusmi

25 Agustus 2013, Comments: 0

batik-cirebon-Batik-trusmi-cirebon-batik-indonesia-murahBatik Cirebon-Masyarakat Antusias Sambut “Ider-ideran” Buyut Trusmi.Tradisi atau Karnaval Kramat Buyut Trusmi di Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (4/11) disambut antusias oleh ribuan warga dari berbagai wilayah. Mereka tumpah ruah ke jalan di kawasan Sentra Batik Trusmi hingga ke Jln. Raya Plered, sehingga lalu lintas sempat mengalami kemacetan.

Batik Cirebon Berdasarkan pengamatan “PRLM”, warga memadati jalan sekitar sentra batik dan Pasar Trusmi sejak pukul 4.00 WIB. Tanpa rasa takut, mereka menyaksikan pacuan kuda yang cukup berbahaya, karena dilakukan di jalan beraspal. Dalam acara tersebut, ratusan pemuda beraksi diatas kuda mereka masing-masing di tengah lautan manusia yang menontonnya.

Pacuan kuda yang berakhir sekitar pukul 7.00 WIB langsung dilanjutkan dengan karnaval yang menyuguhkan berbagai atraksi kendaraan hias dan seni budaya menarik. Bendera Pusaka Merah Putih kebanggaan warga Desa Trusmi Wetan ditempatkan sebagai pembuka di barisan terdepan rombongan karnaval, diikuti oleh para juru kunci yang membawa belasan tombak pusaka Ki Buyut Trusmi.

Setelah barisan para sesepuh, Kuwu (Kepala Desa) se-Kecamatan Plered dan pembawa rumbia (ranting ilalang kering), beberapa seni tradisional seperti Tari Babak Yoso (tari perjuangan rakyat Trusmi) dan beberapa kesenian lain. Aksi lain yang juga terlihat antara lain egrang, kendaraan hias dengan berbagai bentuk hewan dan warga berpakaian serba unik.
Salah satu rombongan yang menarik perhatian penonton adalah putri batik yang diarak dalam kendaraan hias berbentuk perahu. Betapa tidak, batik selama ini memang dikenal sebagai ikon kawasan trusmi. Terlebih para model yang berperan sebagai putri batik terdiri dari pemuda-pemuda gagah dan pemudi-pemudi cantik dalam balutan busana desain modern dari batik mega mendung.

Batik Cirebon Salah seorang penonton asal Kecamatan Weru Hendra (30) mengaku tidak pernah melewatkan tradisi tahunan di kecamatan tetangga itu. “Saya setiap tahun pasti nonton tradisi ini bersama istri dan anak-anak. Sekalian menghabiskan liburan dan refreshing lah,” ujarnya.

Kuwu Desa Trusmi Wetan Kamal Bahari mengatakan, karnavala tersebut merupakan bagian dari rangkaian tradisi “Memayuh” atau mengganti rumbia di atap kompleks makam Ki Buyut Trusmi. “Ada tiga acara utama dalam Memayuh yaitu pacuan kuda, karnaval dan panggung hiburan, serta tahlilan. Sehari setelah itu, kami bersama-sama warga mengganti rumbia di atap makam ki buyut dengan rumbia baru yang dibawa keliling dulu dalam arak-arakan,” ujarnya Batik Cirebon.

Batik Cirebon Menurut Kamal, karnaval berakhir di kompleks makam Ki Buyut Trusmi. Di sana, warga kemudian bisa menikmati makanan dan hasil bumi lain secara gratis yang dikirimkan secara sukarela dari warga lain yang memiliki kelebihan rejeki.
Sementara itu, Kapolsek Plered Ajun Komisaris Tutu Mulyana mengatakan, selama arak-arakan berlangsung, kemacetan memang tidak bisa dihindari. “Untuk itu kami melakukan rekayasa dengan menutup satu jalur untuk arak-arakan dan jalur lainnya digunakan dua arah sampai arak-arakan selesai,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *