Batik Cirebon-Sentra Batik Trusmi Akan Ditata Secara Terpadu

25 Agustus 2013, Comments: 0

batik-cirebon-batik-indonesia-cirebon-peresmian-rekor-muriBatik Cirebon-Sentra Batik Trusmi Akan Ditata Secara Terpadu.Pemerintah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi Jawa Barat menargetkan penataan terpadu Sentra Batik Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon pada 2014 mendatang. Penataan tersebut terkait dijadikannya batik Cirebonan dan Trusmi sebagai ikon Cirebon Raya sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah pusat telah menetapkan tiga kawan PKN di Jawa Barat, Bogor-Depok Bekasi (Bodebek), Bandung Raya, dan Cirebon Raya.

“Yang ditonjolkan nantinya adalah industri maufaktur di kawasan Bodebek, tekstil dan industri kreatif di Bandung Raya dan bati di Cirebon Raya,” katanya seusai acara penganugerahan piagam dari Museum Rekor Indonesia kepada pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi, Ibnu Riyanto sebagai pemilik toko batik terluas (4.840 meter persegi) pada usia termuda 22 tahun 4 bulan 11 hari, di sentra batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, Minggu (24/3).

Batik Cirebon Sebagai ikon, kata Heryawan, Pemprop Jawa Barat telah melakukan berbagai langkah untuk terus menggenjot industri batik Cirebon. Selain menggelar berbagai pelatihan, Pemprop juga akan memfasilitasi perlindungan hak cipta para perajin batik Cirebon agar ciri khasnya tetap terpelihara.

Menurut Heryawan, hak cipta sangat penting untuk mendorong kreatifitas perajin agar tidak takut dijiplak. Untuk itu, Pemprop berencana akan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM untuk menggelar stand khusus pelayanan HAKI dan hak paten di setiap pameran. “Kami sudah siapkan dana di beberapa dinas dan Dekranasda untuk membantu pembiayaan hak paten dan hak kekakayaan bagi perajin kecil,” katanya.

Batik Cirebon Hal senada dikatakan Ketua Dekranasda Propinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan. Ia mengatakan bahwa setiap tahunnya Dekranasda Jawa Barat menyiapkan anggaran untuk membantu 26 sertifikasi HAKI dan hak paten bagi setiap cluster dari masing-masing kota/kabupaten di Jawa Barat. Terkait penataan kawasan Trusmi, Netty menegaskan, Dekranasda memang telah mencanangkan empat daerah sebagai kawasan kreatif di Jawa Barat yang meliputi Tasikmalaya, Bekasi, Bogor dan Cirebon. Untuk Cirebon, Trusmi dipilih karena sudah ada dan tinggal dikembangkan Batik Cirebon.

Dalam pelaksanaannya nanti, kawasan Trusmi akan ditata sedemikian rupa mulai dari gerbang masuk agar lebih menarik wisatawan. Bukan tidak mungkin, Dekranasda akan membangun gapura khusus di persimpangan Jln. Raya Plered-Trusmi. “Sekarang baru akan mulai penjajakan. Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon dan tokoh masyarakat. Mudah-mudahan 2014 bisa segera ditata,” ucapnya Batik Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *