Fakta Menarik dibalik kata Batik Cirebon

31 Agustus 2013, Comments: 0
Batik Cirebon
Fakta Menarik dibalik kata Batik Cirebon

Tanpa bermaksud plagiat tulisanya Ve Handojo, gue cuma pengen re-post tulisan dia dari buku The Journey 2 dengan judul “Berburu Gajah, Garuda dan Naga ke Trusmin”. Menariknya dari tulisan ini adalah fakta dibalik kata “Batik Cirebon” yang mungkin banyak dari kita juga mengira batik adalah sebuah kain, tapi ternyata bukan.

Berikut ringkasan hal-hal yang menurut gue cukup penting untuk diketahui.

Ternyata Batik Cirebon bukan punya Indonesia saja! Menurut salah satu maestro Batik Cirebon Indonesia yang sudah almarhum, Bapak Irwan Titra, secara harfiah “Batik Cirebon” adalah teknik menghias permukaan kain (tekstil) menggunakan metode menahan pewarna (dye resist). Banyak artefak-artefak berupa kain yang dihias dengan metode seperti ini. Yang paling tua itu asalnya dari Mesir pada abad keempat sebelum masehi, dan dari Cina pada abad kedepalan Masehi. Malaysia amat berhak meng-klaim bahwa mereka punya Batik Cirebon, tapi itu adalah Batik Malaysaia. Beda nya Batik Cirebon Indonesia dengan Negara lain itu karena Indonesia melakukannya dengan teknik canting. Penggunaan canting untuk membuat batik tulis ini yang menjadikan batik Indonesia berbeda dengan yang lain-lain. Sementara itu, di Malaysia, orang membatik menggunakan kuas dan di Eropa tidak satu pun yang menggunakan canting.

Selain penggunaan canting, Batik Cirebon Indonesia juga menjadi istimewa karena nilainya yang melebihi dari kesadar bahan pakaian. Jadi begini, kalau kita Tanya ke pebatik Negara lain apa makna dibalik motif bunga mawar yang mereka gambar, maka mereka akan memandang kita dengan tatapan sinis dan bilang “Ya artinya bunga mawar! Mau makna apa lagi?!” Sementara, kalau kita ditanya apa makna sepasang sayap di sehelai kain Batik asal solo, bisa menjelaskan banyak hal tentang Indonesia.

Batik Cirebon Dan pengerjaan sehelai kain baik tulis memakan waktu empat bulan hingga setahun penuh. Kerumitan pembuatan sehelai batik tulis bukan hanya terletak di penggambaran motif-motif nya yang sangat detail, tapi juga diproses pewarnaannya yang rumit dan harus dilakukan berulang kali. Kain katunnya pun tidak bisa begitu saja langsung diBatik Cirebon. Kain tersebut harus direbus dan didihkan dulu. Dipukul-pukul supaya seratnya bisa menerima malam dan diwarnai.

Batik Cirebon Berbagai proses yang rumit inilah yang sebenarnya diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Jadi jangan salah kaprah! UNESCO bukan “memberikan” atau “mentabiskan” batik sebagai milik Indonesia. UNESCO mengakui Batik Cirebon Indonesia sebagai *Warisan Budaya Dunia Tak Benda*. Artinya, yang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *