Permintaan Batik Indonesia Khas Magetan Meningkat Jelang Lebaran

5 Agustus 2013, Comments: 0

batik-indonesia-cirebon-batik-terpanjang-di-indonesiaBatik Indonesia-Permintaan batik khas Magetan, Jawa Timur, yakni Batik Indonesia  Sidomukti dengan motif Pring Sedapur, di sentra kerajinan batik setempat yang terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, meningkat signifikan pada jelang Lebaran tahun 2013.

Salah satu perajin batik setempat, Suyati, mengatakan, kenaikan permintaan meningkat hingga 25 persen jika dibandingkan pada bulan-bulan biasa.

“Kenaikan pesanan sudah mulai kelihatan sejak memasuki bulan puasa. Selain pesan terlebih dulu, ada juga yang datang ke galeri untuk membeli langsung stok batik kami,” ujar Suyati kepada wartawan, Rabu Batik Indonesia.

Menurut dia, kenaikan permintaan terjadi pada semua jenis Batik Sidomukti. Baik itu jenis batik tulis, cap, ataupun cetak. Permintaan paling banyak adalah untuk jenis batik tulis dan cap yang bisa mencapai lebih dari 200 potong.

Batik Indonesia Adapun, para pemesannya berasal dari berbagai kalangan. Seperti dari kantor atau dinas pemerintahan di Magetan dan juga warga biasa.

Pesanan juga berasal dari luar daerah Magetan, seperti Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan daerah lainnya baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Kebanyakan, batik tersebut dijadikan bingkisan untuk lebaran.

“Belum lagi pesanan dari gerai batik khas Magetan dan toko oleh-oleh setempat yang mempersiapkan stok menjelang libur lebaran. Kota Magetan biasanya menjadi daerah tujuan saat mudik lebaran,” kata Suyati.

Ia menambahkan, untuk motif dan warna batik, pemesan bisa meminta sesuai keinginan. Sementara untuk harga, tergantung dari jenis kain dan tingkat kesulitan motif lukisan batik.

Untuk Batik Sidomukti jenis batik tulis, harganya berkisar antara Rp300 ribu hingga jutaan Rupiah. Sedangkan untuk batik cap dan cetak, harga yang ditentukan mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu Rupiah Batik Indonesia.

Selain diproduksi dalam bentuk lembaran kain, batik cap dan cetak Sidomukti juga diproduksi dalam bentuk syal atau ikat kepala sehingga harganya lebih murah dan lebih praktis dijadikan cindera mata Batik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *