Batik Cirebon-Batik Tancep Tembus Mancanegara, Buka Peluang Kerja Baru

2 September 2013, Comments: 0

batik-cirebon-batik-indonesia-nuansa-cina-batik-cirebonBatik Cirebon-Batik Tancep Tembus Mancanegara, Buka Peluang Kerja Baru .Berbagai sentra industri kecil yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul nampaknya tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Terbukti dengan adanya kerajinan Batik Tancep asli Gunungkidul yang berhasil tembus hingga pasaran Eropa. Tak hanya itu saja, kini Batik Tancep juga sudah mulai menjadi trend instansi pemerintahan dan beberapa sekolah di Kabupaten Gunungkidul.

Batik Cirebon Sejak pergantian tahun ajaran baru 2013/2014 ini, pengrajin Batik Tancep yang berpusat di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, mulai dibanjiri ribuan potong pesanan dari sekolah SMP dan SMA di Gunungkidul. Beberapa sekolahan itu ingin menggunakan Batik Tancep sebagai seragam untuk para murid-muridnya.Hal ini bukan tanpa alasan, karena sebelumnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri mewajibkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun honorer untuk mengenakan Batik Tancep Batik Cirebon.
Batik Cirebon Saat ini pengrajin batik asli Gunungkidul tersebut juga telah memiliki berbagai macam kreasi motif baru yang menjadi ciri khasnya. Yakni, motif Sekar Jagad, Babon Angrem, Gelaran Perahu, Gajag Birowo dan Sekar Kanthil. Tak hanya itu, Batik Tancep diunggulkan karena menggunakan bahan pewarna alami saja seperti, akasia, jalwe dan mahoni.

Salah satu pemilik usaha kerajinan Batik Tancep, Novita Pamungkas mengatakan, sejak bulan Maret 2013 dirinya mendapat pesanan dari beberapa sekolah di daerah Patuk, Ponjong dan Wonosari. Hal ini membuat usahanya meraup keuntungan besar Batik Cirebon.Batik Cirebon “Beberapa sekolah seperti SMA N 2 Wonosari, SMP N di Gedangsari, dan Ponjong. Total pesanan hingga ribuan potong. Memang kami sempat kelabakan, namun bisa teratasi dengan menyerap lebih banyak pekerja. Kami senang dengan kesadaran sekolah-sekolah di Gunungkidul yang memilih produk daerah sendiri sebagai seragam identitas,” kata Novita Pamungkas saat ditemui sorotgunungkidul.com, Kamis (25/07/2013).Batik Cirebon Ia juga menambahkan dengan 10 pekerja yang ia berdayakan mampu meraup omset lebih dari Rp 25 Juta setiap bulannya. “Sekarang bisa mempekerjakan 10 orang. Para pekerja itu saya ambil dari warga sekitar rumah saja. Omset saat ini sampai Rp. 25 juta perbulan, ” imbuh Novita.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *