Batik Cirebon karya siswa dijadikan seragam sekolah

15 September 2013, Comments: 0

Sleman (ANTARA News) – SMP Negeri 1 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikan Batik Cirebon karya siswa setempat sebagai pakaian seragam sekolah.

“Batik Cirebon karya budaya bangsa yang harus dilestarikan dan dibudayakan sejak dini, hal ini yang diterapkan di SMP Negeri 1 Sleman. Tidak hanya mewajibkan siswa mengenakan Batik Cirebon pada Sabtu tetapi juga mewajibkan setiap siswa dapat membatik, sehingga seragam yang dikenakan harus hasil karya sendiri,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sleman Wahyuni Kismardini, Senin.

Batik Cirebon

Batik Cirebon karya siswa dijadikan seragam sekolah

Menurut dia, pemakaian seragam hasil karya siswa tersebut merupakan bentuk penghargaan dari sekolah terhadap hasil karya siswa.

“Dengan gunakan karya sendiri para siswa lebih bangga, dan termotivasi mengembangkan kreatifitasnya. Seragam batik hasil karya siswa ini sudah diterapkan di SMP Negeri 1 Sleman sejak dua tahun lalu,” katanya.

Ia mengatakan, pembuatan batik oleh siswa menjadi bagian dari pelajaran ketrampilan yang diberikan pada semester I. Pada semester II siswa harus sudah menggunakan seragam Batik Cirebon hasil karyanya.

“Setiap minggu dialokasikan waktu pelajaran keterampilan membatik selama dua jam pelajaran,” katanya.

Wahyuni mengatakan, siswa dikenalkan dengan teori membatik kemudian dilanjutkan dengan praktek di sekolah mulai dari membuat desain Batik Cirebon, membuat pola, sampai proses membuat “isen-isen” dilakukan siswa sesuai dengan selera dan kemampuan masing-masing siswa.

“Namun untuk warna dasar agar seragam ditentukan sekolah. Untuk tahun ajaran 2012/2013 warna dasar yang dipakai warna ungu. Untuk tahun depan direncanakan sudah memakai dua warna,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini selain dilakukan disekolah juga dilakukan di rumah dalam satu semester. Wahyuni mengatakan, siswa dikenalkan dengan teori membatik kemudian dilanjutkan dengan praktek di sekolah mulai dari membuat desain Batik Cirebon, membuat pola, sampai proses membuat “isen-isen” dilakukan siswa sesuai dengan selera dan kemampuan masing-masing siswa.

“Untuk proses pewarnaan bekerjasama dengan Pengusaha Batik Cirebon Nakula Sadewo. Hasil karya Batik Cirebon siswa juga dipamerkan di `showroom` Batik Cirebon sekolah yang sekaligus tempat praktek membatik siswa dan sebagai kenang-kenangan apabila ada tamu-tamu penting dari luar,” katanya.
(ANTARA)
Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *