Cirebon kekurangan tenaga ahli Batik Cirebon

15 September 2013, Comments: 0

Cirebon (ANTARA News) – Para perajin Batik di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku kekurangan tenaga ahli Batik sehingga harus didatangkan dari Yogyakarta, Solo dan Pekalongan.

batik cirebon

Cirebon kekurangan tenaga ahli Batik Cirebon

Haryanto, salah seorang perajin Batik Cirebon di Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, kepada wartawan di Cirebon, Selasa mengatakan, warga Cirebon yang belajar membatik tidak terlalu banyak. Para ahli Batik harus didatangkan dari Yogyakarta, Solo dan Pekalongan.

Menurut dia, sebelumnya mendapatkan sekitar 20 pembatik cukup mudah, tetapi kini sejumlah tenaga ahli usianya mulai tua. Saat ini mencari delapan ahli Batik Cirebon lokal dirasakan sulit.

Regenerasi tenaga ahli batik Cirebon berkurang setelah usaha Batik Cirebon mengalami gulung tikar. Pembatik muda yang terampil dan memiliki pengalaman kini dirasakan kurang..

Padahal permintaan Batik khas Cirebon terutama untuk Batik Cirebon tulis tradisional semakin meningkat, kata dia.

Sementara itu Rumiyati, salah seorang perajin Batik Cirebon lain mengaku, pemilik usaha Batik semakin sulit mencari tenaga ahli batik, sehingga untuk memenuhi permintaan mendatangkan dari Yogyakarta dan Solo.

Haryanto, salah seorang perajin Batik Cirebon di Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, kepada wartawan di Cirebon, Selasa mengatakan, warga Cirebon yang belajar membatik tidak terlalu banyak. Para ahli Batik Cirebon harus didatangkan dari Yogyakarta, Solo dan Pekalongan.

Menurut dia, sebelumnya mendapatkan sekitar 20 pembatik cukup mudah, tetapi kini sejumlah tenaga ahli usianya mulai tua. Saat ini mencari delapan ahli Batik Cirebon lokal dirasakan sulit.

Regenerasi tenaga ahli batik Cirebon berkurang setelah usaha Batik  mengalami gulung tikar. Pembatik muda yang terampil dan memiliki pengalaman kini dirasakan kurang..
Ia menambahkan, saat mendapatkan pesanan batik tulis khas Cirebon untuk dikirim pasar Eropa, ia terpaksa mendatangkan sekitar 20 tenaga ahli dari Yogyakarta karena pebatik Cirebon tidak mampu mengerjakan pesanan dengan pewarna natural.

Sementara itu Rumiyati, salah seorang perajin Batik Cirebon lain mengaku, pemilik usaha Batik semakin sulit mencari tenaga ahli batik, sehingga untuk memenuhi permintaan mendatangkan dari Yogyakarta dan Solo.
Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *