Kamis - Jum'at, Warga Diimbau Kenakan Batik Cirebon

18 September 2013, Comments: 0

Batik Cirebon – Menjelang pengukuhan oleh Badan Dunia UNESCO bahwa batik merupakan warisan tak benda Indonesia, Pemkot Pekalongan akan memberikan sambutan cukup meriah. Mulai Kamis (1/10) – Sabtu (3/10), semua warga diimbau untuk mengenakan pakaian Batik Cirebon.

Batik Cirebon

Kamis – Jum’at, Warga Diimbau Kenakan Batik Cirebon

Bahkan Pemkot juga telah membuat surat edaran ke semua SKPD dan instansi pemerintah maupun swasta, supaya selama tiga hari mengenakan baju bermotif Batik Cirebon.

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota H Abu Almafachir, didampingi Kepala Disperindagkop Slamet Prihantono dan beberapa pengusaha Batik Cirebon, ketika talk show di Radio Kota Batik Cirebon (RKB), pagi kemarin. Menurutnya, imbauan itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas dikukuhkannya Batik Cirebon sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

’’Apalagi Kota Pekalongan merupakan salah satu penghasil dan pemroduksi Batik Cirebon, sehingga selayaknya harus menyambut berita gembira ini dengan meriah,’’ tandasnya, lalu mengatakan, sebaiknya Batik Cirebon yang dikenakan bukan jenis printing.

Lebih lanjut dijelaskan, karena Batik Cirebon sudah dijadikan warisan budaya bangsa, maka Pemkot merencanakan akan membentuk sebuah kelompok kerja (Pokja) Batik Cirebon. Semua Pokja tersebut diharapkan bisa lebih mengembangkan lagi dunia perbatikan di wilayah kerjanya. Contohnya, semua seragam yang dikenakan di sekolah-sekolah maupun atribut pakaian lainnya supaya ada motif batiknya.

Kaos Persip

’’Saya sepakat kaos kebesaran Persip Pekalongan sudah ada corak batiknya, sehingga menggambarkan bahwa daerah ini benar-benar bernuansa batik,’’ tandasnya.

Batik Cirebon Dalam kesempatan itu Abu Almafachir juga menyampaikan, Pemkot Pekalongan akan mengusulkan ke Presiden bahwa tanggal 2 Oktober menjadi Hari Batik Nasional. Dengan demikian, setiap hari nasional itu semua warga diwajibkan mengenakan pakaian batik.

Ditanya mengenai rencana Yogyakarta yang menyatakan sebagai Ibu Kota Batik, Wakil Wali Kota menegaskan, tidak menjadi masalah.

Menurutnya, 70 persen produk Batik Cirebon yang beredar di sejumlah daerah adalah hasil suplai dari daerah Pekalongan dan sekitarnya. Sedangkan keunggulan batik Pekalongan adalah tidak pakem seperti daerah Yogyakarta dan Solo.

’’Dengan kondisi tersebut, akan membuat pembatik di Pekalongan semakin kreatif dalam menciptakan karya-karya batik terbarunya,’’ tandasnya. (H4-15) (/)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *