Kembali Membumikan Teknik Batik Cirebon Tradisional

13 September 2013, Comments: 0

SEMARANG, suaramerdeka – Seiring perkembangan mode dan teknologi, teknik tradisional Batik Cirebon tulis yang menggunakan canting dan Batik Cirebon cap tergusur dengan teknik Batik Cirebon print yang lebih canggih, cepat, dan murah.

Batik Cirebon

Kembali Membumikan Teknik Batik Cirebon Tradisional

Hal ini lah yang menjadi motivasi bagi Sri Lestari beserta kedua saudaranya membentuk organisasi pecinta dan produksi batik “Tembalang Blekok Batik Cirebon“.

Dimulai sejak tahun 2010, Sri cukup terkejut dengan perkembangan batik saat ini. Ia berpikir mengapa tidak membuat batik saja sendiri, dan atas dasar pikiran ini ia memutuskan untuk mengikuti pelatihan membatik di Balai Latihan Kerja dan kemudian membentuk Tembalang Blekok Batik Cirebon.

Blekok Batik memproduksi beberapa Batik Cirebon tulis dan cap kreasi sendiri dan sudah menerima pesanan hingga dari luar Jawa.

Mendapat bantuan dan dukungan dari Desperindag dan Dinas Koperasi, Blekok Batik Cirebon juga sering diundang untuk menghadiri pameran-pameran dan acara tradisional.

Saat diwawancarai ketika mengisi acara kampanye “Be Fashionable With Batik” (5/12) yang diselenggarakan mahasiswa-mahasiswa komunikasi UNDIP, Sri menuturkan, Blekok Batik Cirebon tidak bertujuan untuk komersil, namun untuk mempertahankan warisan budaya negara. Ia juga menyadari bahwa batik print kini sudah merajai produksi-produksi batik. Maka dari itu, ia juga membuka pelatihan membatik di pusat Blekok Batik Cirebon yang terletak di Ngesrep Timur.

Ia juga berharap semoga warga Indonesia masih mau melestarikan batik tulis dan cap dengan tidak membeli batik print.

Batik, menjadi salah satu warisan budaya Indonesia kini telah melegenda di seluruh dunia. Terkenal dengan pembuatannya yang cukup rumit dan banyak teknik menjadikannya disukai baik di Indonesia sendiri dan bahkan di luar negeri.Saat diwawancarai ketika mengisi acara kampanye “Be Fashionable With Batik” yang diselenggarakan mahasiswa-mahasiswa komunikasi UNDIP, Sri menuturkan, Blekok Batik Cirebon tidak bertujuan untuk komersil, namun untuk mempertahankan warisan budaya negara. Ia juga menyadari bahwa batik print kini sudah merajai produksi-produksi batik. Maka dari itu, ia juga membuka pelatihan membatik di pusat Blekok Batik Cirebon yang terletak di Ngesrep Timur.

Ia juga berharap semoga warga Indonesia masih mau melestarikan batik tulis dan cap dengan tidak membeli batik print.

Batik, menjadi salah satu warisan budaya Indonesia kini telah melegenda di seluruh dunia. Terkenal dengan pembuatannya yang cukup rumit dan banyak teknik menjadikannya disukai baik di Indonesia sendiri dan bahkan di luar negeri.
( Frieda Isyana / CN32 )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *