Lestarikan Budaya Batik Cirebon Trusmi, Siswa SD Belajar Membatik

7 September 2013, Comments: 0

Melestarikan Batik Cirebon Trusmi tak hanya dengan mengenakan baju batik secara rutin. Di Solo, sekitar 100 anak melestarikan seni budaya leluhur dengan belajar membatik.

Kegiatan belajar membatik yang dipusatkan di Kampoeng  Batik Cirebon Trusmi, Laweyan, Solo, diikuti oleh berbagai siswa Sekolah Dasar di Solo dan kota sekitarnya. Mereka dengan sabar dan tekun mengikuti  setiap tahap membatik, mulai dari menggambar pola, mencanting, memberi warna, memoles malam, hingga dilorot.
Siswa SD Belajar Membatik

Batik Cirebon

Lestarikan Budaya Batik Cirebon Trusmi, Siswa SD Belajar Membatik

Para siswa yang terdiri dari kelas tiga hingga kelas enam sekolah dasar itu tampak menikmati membatik yang merupakan pengalaman baru baginya. Meski begitu, mereka tidak terlihat kaku dalam membatik. Pasalnya, dalam setiap kelompok yang terdiri dari delapan siswa didampingi oleh satu pendamping instruktur pembatik dari Paguyuban Kampoeng Batik Laweyan.

Ketua Panitia Warna-Warni Batikku, Himawan, kegiatan ini bertujuan melestarikan batik yang telah menjadi budaya warisan nenek moyang. Dengan demikian, sejak dini anak-anak sudah mengerti pembuatan  Batik Cirebon Trusmi.

“Kita memang ingin melestarikan batik sehingga kita mencoba membekali para siswa tersebut dengan ilmu dan pengetahuan membatik. Supaya kelak mereka bisa membatik dan ada regenerasi dari para pembatik yang masih ada saat ini,” ujar dia di Solo, Minggu, 13 Juni 2010.

Dipilihnya Kampoeng Batik Laweyan, lanjut dia, karena pusat industri dan pengrajin  Batik Cirebon Trusmi terdapat di Laweyan. Selain itu, pihak paguyuban juga sangat antusias ikut mensukseskan kegiatan pelestarian ini. Maka tidak heran, jika beberapa anggota paguyuban Kampoeng Batik Laweyan ikut serta membantu para siswa dalam membatik.

Ketua Forum Pengembangan Kampoeng  Batik Cirebon Trusmi, Alpha Febela mengatakan sangat menyambut  Batik Cirebon Trusmi kegiatan belajar membatik yang diikuti oleh para siswa sekolah dasar ini. Ia berharap dengan kegiatan seperti ini akan semakin melestarikan  Batik Cirebon Trusmi.

“Salah satu untuk melestarikan membatik harus ada regenerasi seperti halnya belajar membatik yang dilakukan siswa-siswa sekolah dasar,” ujarnya.

Bahkan, Alpha mengakui kegiatan ini sering diselenggarakan. “Hampir setiap dua minggu pasti ada kegiatan belajar membatik,” kata dia. Dengan banyaknya generasi muda yang ikut belajar membatik, ke depan budaya  Batik Cirebon Trusmi akan selalu berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *