Perkenalkan Indonesia lewat Batik Cirebon

6 September 2013, Comments: 0

Batik Cirebon – Pada 13 Februari hingga 22 Februari, 15 mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip akan berangkat ke Boston, Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti ajang Harvard National Model United Nation (HNMUN) 2012. Mereka membawa nama perguruan tinggi itu dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bagaimana persiapan sebelum keberangkatan ke negeri Paman Sam? berikut laporannya.

Batik Cirebon

Perkenalkan Indonesia lewat Batik Cirebon

Batik Cirebon – MENJADI bagian dari peserta Harvard National Model United Nation (HNMUN) 2012 untuk mewakili Undip memang suatu kebanggaan yang luar biasa. Sebab, untuk lolos menjadi 15 besar yang akan diberangkatkan ke ajang internasional simulasi sidang PBB ini, harus melewati proses panjang.

Batik Cirebon – Dari 190 mahasiswa dan beberapa tahap seleksi akhirnya lolos 15 mahasiswa, di antaranya Faizal Fajar Nurroji (Fakultas Ilmu Budaya), Erlangga Kristanto Hendratono (Fakultas Ilmu Hukum), Banun Diyah Ardani (FISIP), Teguh Iman Prasetyo (FMIPA).

Batik Cirebon – Lainnya adalah Aji Bramantyojati, Michael Laurent, Finta Elvira, Risti Merdikawati (Fakultas Ekonomi).

Batik Cirebon – Kemudian, Astrid Karina Putri, Husein Ahmad, Nydia Rena Benita, dan Fadel Muhammad Garishah (Fakultas Ilmu Kedokteran).

Batik Cirebon – Bagi Undip, ini merupakan kali ketiga mengirim delegasi ke HNMUN dari 58 tahun penyelenggaraan ajang tersebut. Manfaatnya bagi mahasiswa, selain menambah pengalaman di forum internasional, mahasiswa bisa mendapatkan ilmu tentang diplomasi internasional dan menambah wawasan akan perspektif internasional terhadap suatu isu.

Batik Cirebon – Ketua Delegasi Undip untuk HNMUN 2012, Faizal Fajar Nurroji mengatakan, bersama peserta lainnya dari Undip, mereka akan mewakili negara Kirgistan dalam simulasi sidang tersebut. ”Mesipun kami dari Indonesia, tapi tim akan berdebat mengenai isu-isu di negara Kirgistan. Negara tersebut merupakan pecahan dari Uni Soviet yang kini sedang berkembang. Dari tim kami, masing-masing akan mendapat bagian pada bidang-bidang tertentu yang terbagi dalam sembilan komite,” katanya saat melakukan jumpa pers di Ruang Sidang Rektorat Undip Tembalang, Senin (16/1).

Batik Cirebon – Kesembilan komite itu di antaranya Legal Committee, World Health Organization, Summit on Non-Discrimination, UN Human Rights Council, World Intellectual Property Organization, UN Economic and Social Commission for Asia and the Pacific, Disarmament and International Security, Special Political and Decolonization, Social Humanitarian and Cultural.

Batik Cirebon -Rencananya, pada simulasi sidang nanti, meski mewakili Kirgistan, para wakil Undip ini akan mengenakan kostum batik saat beraksi dalam debat. ”Bagaimanapun kita harus membawa tetap menunjukkan jati diri kita, dari mana asal kita. Maka, dengan berbatik adalah salah satu pilihan kami untuk bangga menjadi Indonesia dan mewakili Undip di ajang internasional seperti HNMUN,” kata salah satu delegasi, Michael Laurent.

Batik Cirebon -Sementara itu, Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi menyampaikan, agar mahasiswa yang berangkat ke HNMUN 2012 tidak hanya sekadar berdebat saja, tetapi perlu menggali toleransi terhadap pandangan lain. ”Kegiatan simulasi PBB tingkat internasional ini akan menjadi bagian dari misi perdamaian dunia, karena melalui universitas dapat menciptakan misi tersebut. Selain itu, keikutsertaan Undip ini untuk mendorong perguruan tersebut menuju world class university,” tandasnya. (Anggun Puspita-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *