Profesor Jepang Koleksi 300.000 Batik Cirebon Kuno

8 September 2013, Comments: 0

CIREBON, suaramerdeka – Saking cintanya pada batik, Profesor Emiritus Kokushikan University Jepang ini mengoleksi tak kurang dari 300.000 helai kain Batik Cirebon kuno. Batik Cirebon tersebut dikoleksinya sejak ia menginjakkan kaki pertama ke Indonesia pada tahun 1979 silam hingga sekarang.

Batik Cirebon

Profesor Jepang Koleksi 300.000 Batik Cirebon Kuno

Masakatsu Tozu, demikian nama profesor tersebut, masih terus memburu Batik Cirebon hingga ke pelosok bumi Indonesia. Cita-citanya adalah menyelamatkan berbagai jenis Batik Cirebon kuno yang sudah banyak tak diurus oleh si empunya.

‘’Bagi saya Batik Cirebon adalah world heritage. Jangan sampai hasil karya luarbiasa ini punah. Sudah banyak motif batik yang sekarang ini susah ditemukan. Karena itu saya selalu ingin membeli berbagai batik kuno untuk saya rawat agar tak rusak karena di sini kain yang biasanya warisan secara turun temurun itu tak terawat,’’ kata Tozu.

Ia bercerita jika kali pertama jatuh cinta dengan Batik Cirebon saat mengunjungi Yogyakarta dan menyaksikan seorang perempuan yang mengenakan kain panjang menaiki becak. Baginya, perempuan tersebut terlihat cantik karena keindahan kain Batik Cirebon yang dikenakannya. Sejak saat itulah Tozu seperti kecanduan untuk membeli setiap kain panjang yang bercorak indah untuk dikoleksi.

“Pada awal saya mengoleksi Batik Cirebon,  saya pernah beli kain batik panjang seharga 15.000 yen atau Rp 1,5 juta saat itu dan sampai sekarang masih saya simpan. Motif batik memiliki arti filosofi mendalam dan saat itu saya beli kain Batik Cirebon yang biasa diberikan kepada pengantin perempuan (motif Wahyu Tumurun),” jelasnya. ‘’Bagi saya Batik Cirebon adalah world heritage. Jangan sampai hasil karya luarbiasa ini punah. Sudah banyak motif batik yang sekarang ini susah ditemukan. Karena itu saya selalu ingin membeli berbagai batik kuno untuk saya rawat agar tak rusak karena di sini kain yang biasanya warisan secara turun temurun itu tak terawat,’’ kata Tozu.

Karena kegemarannya tersebut, ayah dari satu anak ini tidak pernah melewatkan untuk mengenakan busana Batik Cirebon setiap harinya. Bahkan dia sering berkeliling Indonesia hanya untuk mencari dan  mengumpulkan koleksi kain batik dari berbagai daerah Pengagum Bung Karno sekaligus penggemar Batik Hardjonagoro Solo tersebut kini telah memiliki tak kurang dari 300.000 berbagai jenis kain Batik Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *