Tren Batik Cirebon Etnik Bidik Segmen Atas

18 September 2013, Comments: 0

KUDUS, batik Cirebon – Tren Batik Cirebon terus berkembang. Meski jaman sudah moderen, demi mengedepankan kualitas, sebagian perajin Batik Cirebon masih mempertahankan pembuatan secara konvensional.

Salah satunya yang saat ini kembali tren adalah tema – tema Batik Cirebon etnik yang menonjolkan sisi kedaerahan potensi lokal Kudus, yaitu Batik Cirebon etnik. Perajin sengaja membidik segmen atas karena bahan baku yang digunakan memang cukup berkualitas.

Batik Cirebon

Tren Batik Cirebon Etnik Bidik Segmen Atas

Praktisi dan pelopor Batik Cirebon Kudus, Yuli Astuti saat ditemui menjelaskan, sebenarnya tren Batik Cirebon setiap tahun terus berganti, tergantung dari permintaan pangsa pasar. “Namun khusus Batik Cirebon Kudus meski tren berganti namun tema – temanya masih mengusung potensi alam di Kudus seperti tema keretek dan warna – warna alam,” katanya.

Batik Cirebon Hanya saja kolaborasi tema masih tetap berlaku, karena permintaan pasar ada yang kurang menyukai tema keretek. “Sebenarnya fleksibel saja, inovasi batik Kudus memang dinamis. Namun saya tekankan ciri khas Kudus harus tetap ada,” paparnya.

Batik Cirebon Berbicara soal segmen, lanjut Yuli mengatakan hal itu berkaitan dengan selera konsumen. Maka dari itu perajin Batik Cirebon harus pandai – pandai mengarahkan dan menjelaskan tema – tema batik.

“Dengan demikian hal tersebut tidak ada lagi batasan segmen. Meski harga mahal dan berkualitas mereka tetap mampu membeli, hanya saja kebetulan hal tersebut didominasi oleh konsumen menengah keatas,” jelasnya.
Praktisi dan pelopor Batik Cirebon Kudus, Yuli Astuti saat ditemui menjelaskan, sebenarnya tren Batik Cirebon setiap tahun terus berganti, tergantung dari permintaan pangsa pasar. “Namun khusus Kudus meski tren berganti namun tema – temanya masih mengusung potensi alam di Kudus seperti tema keretek dan warna – warna alam,” katanya.

Hanya saja kolaborasi tema masih tetap berlaku, karena permintaan pasar ada yang kurang menyukai tema keretek. “Sebenarnya fleksibel saja, inovasi batik Kudus memang dinamis. Namun saya tekankan ciri khas Kudus harus tetap ada,” paparnya.

Berbicara soal segmen, lanjut Yuli mengatakan hal itu berkaitan dengan selera konsumen. Maka dari itu perajin harus pandai – pandai mengarahkan dan menjelaskan tema – tema batik.

Mengenai berkembangnya tren apakah hal ini mempengaruhi harga, pihaknya menjelaskan hal itu tergantung dari bahan baku yang digunakan. “Mahal atau tidak itu relatif tergantung dengan kualitas batik yang ditawarkan,” katanya.
( Ruli Aditio / CN33 / JBSM )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *