Batik Cirebon - 50 Batik Sidoarjo Meriahkan Pameran Hari Batik

23 Oktober 2013, Comments: 0

batik trusmi cirebon indonesia batik murahBatik Cirebon – 50 Batik Sidoarjo Meriahkan Pameran Hari Batik.Sebanyak 50 lembar kain batik Sidoarjo memeriahkan pameran Hari Batik Nasional 2013 bertajuk “A Great Moment of Batik Sidoarjo” yang digelar Komunitas Batik Jawa Timur di Surabaya (KIBAS) di Galeri Seni ‘House of Sampoerna’ Surabaya pada 10 Oktober-3 November.

“Puluhan batik yang dipamerkan itu merupakan hasil karya perajin dari lima sentra batik di Sidoarjo yakni Kedungcangkring, Jetis, Pecinan (China Peranakan), Sekardangan, dan Tulangan,” kata Ketua KIBAS Lintu Tulistyantoro yang juga kolektor batik itu di sela-sela persiapan pameran itu di Galeri Seni ‘HoS’ Surabaya, Rabu.

Batik Cirebon Tentang pemilihan Batik Sidoarjo sebagai tema pameran, ia menjelaskan pihaknya ingin mengedukasi masyarakat, karena Batik Sidoarjo seringkali dikaburkan dengan Batik Madura, akibat pengaruh warna mencolok pada sebagian Batik Sidoarjo, padahal keduanya memiliki perbedaan.

“Banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa Batik Madura yang warnanya mencolok itu sebenarnya buatan pembatik asal Sidoarjo, karena pembatik asal Sidoarjo menjual dagangannya hingga ke Madura, bahkan ke Jawa Tengah juga,” katanya.

Oleh karena itu, warna mencolok pada Batik Sidoarjo itu sebenarnya pembatik Sidoarjo menyesuaikan dengan selera pasar di Madura. “Jadi, warnanya memang mencolok khas Madura, tapi batik yang mencolok warnanya itu merupakan karya pembatik Sidoarjo,” katanya.

Batik Cirebon Ditanya perbedaan Batik Sidoarjo dan Batik Madura, ia menyebutkan perbedaan terletak pada motif dan karakter motif. “Soal warna boleh saja khas Madura, tapi Batik Madura yang asli itu tidak ada motif bunga krisan, mahkota, burung merak, naga, dan sebagainya,” katanya.

Batik Cirebon Selain itu, katanya, Batik Sidoarjo itu mudah ditelusuri asal-usul lokasi pembuatannya. “Kalau banyak variasi berarti Batik Sidoarjo dari Kedungcangkring, dan kalau ada motif mahkota dan dominasi warna ungu berarti dari Sekardangan,” katanya.

Selanjutnya, kalau banyak warna berarti dari Jetis, kalau ada motif bunga krisan atau kupu-kupu berarti dari kawasan pecinan (China Peranakan) di Jalan Gajahmada dan kalau ada motif Kembang Suruh dan galar-galar (garis daun-daunan) berarti dari Tulangan.

Batik Cirebon Selain batik lawas karya Rogat (Tan Sin Ing), Loem Sie Hok, Wak Nyonya, dan sebagainya, pameran batik itu juga dimeriahkan dengan batik inovasi yakni motif Batik Teyeng. “Itu inovasi pemberian isen-isen (latar belakang) batik dengan pola besi berkarat,” kata penggagas Batik Teyeng asal Surabaya, Firman Asyhari.

Tidak hanya itu, penemu canting elektrik Prima Amri S juga memperkenalkan teknik “meratus” yaitu memberikan aroma wangi khas alami pada kain batik. Selain aroma wangi dari bahan alami juga dilengkapi dengan kemenyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *