Batik Cirebon : Motif Wadasan dan Megamendung

27 Oktober 2013, Comments: 0

batik-cirebon-trusmi-blus-jumbo-diskonBatik Cirebon : Motif Wadasan dan Megamendung.Motif batik Wadasan dan Mega Mendung merupakan motif batik Cirebon yang sangat populer saat ini bahkan menjadi ikon Batik Cirebonan yang dikenal hingga mancanegara. Motif tersebut baru muncul secara bebas dalam pasaran perbatikan Cirebon dimulai pada era tahun 1970an. Sebelumnya motif Wadasan dan Megamendung adalah motif batik Keraton Cirebon yang bersifat Sakral. Sepanjang penelian penulis berdasarkan foto-foto lama pakaian para bangsawan Keraton Cirebon di era tahun 1930-1940an tidak diketemukan kedua motif batik tersebut dipakai oleh para bangsawan Keraton Cirebon saat itu.

Batik Cirebon Motif batik Wadasan berasal dari kata Wadas masyarakat Cirebon memaknainya Tanah yang sangat keras atau Batu Cadas. Inspirasi motif Wadasan didapat dari panorama alam Cirebon sebagai negeri pesisir yang banyak dijumpai Batu Cadas atau Batu Karang di pantai yang tegar menahan gempuran ombak lautan. Motif Wadasan selalu digunakan untuk motif hias batik Keratonan Cirebon. Motif ini selain sebagai hiasan pembantu juga digunakan pula sebagai pokok hiasan. Motif batik yang menggunakan pokok hiasan Wadasan adalah motif Rajeg Wesi, Wadas Grompol, dan Panji Sumirang.

Batik Cirebon Motif batik Mega Mendung merupakan visualisasi dari bentuk Mega atau Awan, motif ini merupakan pengaruh kebudayaan Cina yang merambah ke Cirebon, salah satu buktinya terdapat pada lukisan-lukisan awan pada piring Cina yang menempel pada tembok bangunan Situs Makam Sunan Gunung Jati. Bentuk awan diolah sedemikian rupa oleh para seniman dengan gaya tersendiri dengan bentuk awan yang berlapis-lapis dengan warna merayang hingga tegas. Lapisan- lapisan warna tersebut bila dikaji lebih lanjut sarat dengan nilai-nilai filosofi keagamaan.

Batik Cirebon Bagi masyarakat Cirebon yang mayoritas beragama Islam Motif Wadasan memiliki filosofi bahwa dasar agama, keimanan seseorang atau Akidah harus Kokoh seperti batu cadas, kuat dan tidak goyah dan selalu istiqomah dalam menghadapi godaan maupun rintangan. Kokohnya keimanan tersebut seraya mengharap turunya keberkahan, dan naungan dari dzat Yang Maha Kuasa yang disimbolkan dengan Mega Mendung. Mega Mendung juga merupakan simbol akan datangnya pertolongan dan rezeki berupa Hujan yang akan menyuburkan tanaman dan binatang ternak serta memberikan rezeki pada para petani. Lapisan-lapisan warna tegas pada motif Mega Mendung menyimbolkan pula tingkatan-tingkatan keimanan dan ketaqwaan seorang muslim, serta lapisan-lapisan kehidupan di jagat raya atau alam semesta Batik Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *