Batik Cirebon - Ratusan Siswa SD Surabaya Peringati Hari Batik

1 Oktober 2013, Comments: 0

batik-trusmi-baju-batik-cirebon-indonesia-di-pusat-perbelanjaan-Batik Cirebon – Ratusan Siswa SD Surabaya Peringati Hari Batik.Ratusan Siswa Sekolah Dasar Muhamadiyahy 4 Pucang Surabaya memperingati Hari Batik Nasional dengan membatik bersama di Museum Mpu Tantular di Sidoarjo, Senin.

Batik Cirebon Wakil Kepala Sekolah SD Muhamadiyah 4 Pucang Surabaya Edy Susanto mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan sikap kecintaan siswa terhadap warisan leluhur mereka.

“Kami ingin mengenalkan lebih dekat kepada para siswa jika batik tersebut merupakan warisan nenek moyang Indonesia yang keberadaannya sudah diakui oleh dunia,” katanya saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan, Senin.

Batik Cirebon Ia mengemukakan, tema dari batik ini diserahkan pada masing-masing siswa sesuai dengan kreatifitas dan juga keinginan siswa supaya mereka bisa memainkan imajinasinya sendiri-sendiri.

“Di antaranya ada yang membatik dengan motif kupu-kupu dan juga dengan motif hewan sesuai dengan keinginan masing-masing siswa,” katanya.

Pada kegiatan ini sedikitnya 240 siswa dilibatkan untuk terjun langsung membuat batik di atas lembaran kain berukuran 40 kali 30 sentimeter.

“Selain membatik, para siswa ini juga melakukan kunjungan ke sekitar lokasi museum dengan tujuan untuk melihat dari dekat peninggalan pendahulu mereka di lokasi ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa Sakiyatul mengaku senang dengan adanya kegiatan ini karena bisa langsung merasakan bagaimana proses membatik itu dilakukan.

Batik Cirebon “Saya sudah dua kali mengikuti kegiatan membuat batik seperti ini tetapi masih kesulitan karena lilin yang saya ambil dari cawan masih menetes dan panas,” katanya.

Namun demikian, kata dia, dirinya optimistis bisa menyelesaikan pembuatan batik tersebut sesuai dengan instruksi yang sudah diberikan oleh instruktur.

Batik Cirebon “Tetapi saya puas dengan hasilnya, meskipun masih jauh dari rasa cukup mengingat masih banyak hasil batik yang kurang bagus,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *