Batik Cirebon - Yuk, Lestarikan Batik

21 Oktober 2013, Comments: 0

batik-cirebon-batik-trusmi-sarimbit-murahBatik Cirebon – Yuk, Lestarikan Batik.Foto-foto oleh Qodrat Al-qadri. Setiap 2 Oktober, Bangsa Indonesia memperingati sebagai Hari Batik Nasional. Kepada adik-adik Sahabat Taman Riang dan masyarakat Indonesia pada tanggal tersebut diminta untuk mengenakan pakaian batik.

 

Batik Cirebon Wah, apa sih yang mendasar sehingga tanggal tersebut dijadikan Hari Batik Nasional? Adik-adik perlu tahu ya!. Pada 2 Oktober 2009 merupakan tanggal berserajah. Ketika itu, berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB membidangi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

 

Batik Cirebon UNESCO memasukkan batik dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

 

Spontan sambutan masyarakat Indonesia menyambutnya dengan sukacita. Sejak itu, semangat mengenakan pakaian batik tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat.?

 

Sayangnya, pada 2 Oktober 2013 yang merupakan tahun ke keempat peringatan Hari Batik Nasional tidak banyak kegiatan yang digelar. Jika pun ada persentase masih minim. Di Medan, peringatan Hari Batik Nasional diperingati oleh adik-adik sahabat Taman Riang penyandang disabilitas yang bersekolah di Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) menggelar perayaan Hari Batik Nasional di Aula YPAC Jalan Parada Harahap Medan.

 

Batik Cirebon Anak-anak berkebutuhan khusus dan penyandang down syndron ditemani para pengajar memeriahkan Hari Batik Nasional dengan peringatan pagelaran budaya batik seperti fashion show dan acara menarik lainnya. Peringatan ini membuktikan sahabat-sahabat kita yang berkebutuhan khusus mampu berkreasi dan cinta kepada warisan budaya bangsa. Bahkan saat peringatan ada yang terpaksa memakai baju batik orang tuanya.

 

Selain itu, di perkantoran pemerintah dan swasta pegawainya pada peringatan Hari Batik Indonesia juga mengenakan batik, Bahkan menetapkan hari-hari tertentu untuk mengenakan batik. Misalnya, di Pemko Medan pakaian batik digunakan setiap Kamis dan Jumat, sementara di Pemprovsu pegawainya mengenakan pakaian batik yang khas Sumut setiap hari Kamis.

 

Sedangkan di sekolah-sekolah, semangat berpakaian batikpun tumbuh subur. Sejumlah sekolah menetapkan pakaian batik setiap Kamis, ada juga yang menetapkan setiap Jumat dan Sabtu. Munculnya semangat ini, tentunya tidak terlepas dari keinginan masyarakat bahwa batik milik Indonesia. Untuk itu, semangat perjuangan ini tidak boleh luntur dan harus terus dilestarikan.

 

Batik Cirebon Hal ini sesuai dengan semangat program UNESCO sendiri yang selalu menekankan jika warisan budaya yang ada di dunia harus terus dilestarikan di tangan generasi penerus, sehingga tidak kehilangan karya budaya itu sediri. Lantas bagaimana kita melestarikannya? Mungkin salah satunya adik-adik di sekolah sudah menggunakan batik. Apa sudah cukup?, Ya, tidaklah!Harus ada program khusus seperti memasukkan pelajaran membatik di sekolah. Anak-anak di sekolah diajarkan bagaimana membatik secara tradisional. Kegiatan ini bisa masuk ke kegiatan ekstrakurikuler ataupun kegiatan muatan lokal.

 

Batik Cirebon Dengan adanya program khusus dan terencana ini tentunya anak-anak memiliki skill membatik. Untuk lebih memasyarakatkan, tidak salahnya kita mencontoh YPAC yang menggelar pagelaran busana batik. Contoh lain pemerintah kabupaten/kota di Indonesia mengajak siswa turut ikut dalam Inovasi Kreasi Fashion Batik atau Pekan Batik Nasional pameran atau karnaval yang dibuat Pemerintah Kota Pekalongan, sehingga batik sebagai warisan budaya tak benda dunia pasti tidak akan hilang tergerus zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *