Galeri Batik Cirebon Jawa Raih Penghargaan MURI

14 Oktober 2013, Comments: 0

YOGYAKARTA, suaramerdeka – Masyarakat Yogyakarta itu suka berbohong, kepada semua orang sering mengaku tidak bisa padahal bisa. Ini memang karakter Kota Budaya, di mana masyarakatnya suka merendahkan diri. Padahal sebenarnya pintar cuman tidak mau menonjolkan diri.

Batik Cirebon

Galeri Batik Cirebon Jawa Raih Penghargaan MURI

Demikian dikatakan Jaya Suprana, Ketua Museum MURI saat memberikan penghargaan kepada Galeri Batik Cirebon Jawa pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun Sekar Jagat ke 14 di Bangal Kepatihan, Pemda DIY, Minggu (19/5).

Penghargaan atau pemecahan MURI diterima Pimpinan Galeri Batik Cirebon Jawa, Nita Kenzo, panggilan akrab Mayasari Sekarlaranti.

Rekor MURI diberikan karena Galeri Batik Cirebon Jawa mampu menciptakan Batik Cirebon Indigo Alami untuk Segala Musim yang diterima dihati masyarakat.

Orang yang suka merendah ini paling tidak tercermin pada Nita Kenzo yang suka mengaku tidak bisa, padahal ia mampu dan bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Hal ini dibuktikan pada Galeri Batik Cirebon Jawa, yang mempu menciptakan batik indigo.

Melihat berbagai literatur maupun sejarah Batik Cirebon yang ada, ternyata Batik Cirebon itu asli dari Yogyakarta. Kalau pun di daerah lain ada Batik Cirebon, namun akar dari semua itu berasal dari Yogyakarta. “Maaf untuk daerah lain, Jogja ini saudara tua kita,” katanya sambil ketawa.

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Masyarakat Yogyakarta itu suka berbohong, kepada semua orang sering mengaku tidak bisa padahal bisa. Ini memang karakter Kota Budaya, di mana masyarakatnya suka merendahkan diri. Padahal sebenarnya pintar cuman tidak mau menonjolkan diri.

Demikian dikatakan Jaya Suprana, Ketua Museum MURI saat memberikan penghargaan kepada Galeri Batik Cirebon Jawa pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun Sekar Jagat ke 14 di Bangal Kepatihan, Pemda DIY, Minggu (19/5).

Penghargaan atau pemecahan MURI diterima Pimpinan Galeri Batik Cirebon Jawa, Nita Kenzo, panggilan akrab Mayasari Sekarlaranti.

Rekor MURI diberikan karena Galeri Batik Cirebon Jawa mampu menciptakan Batik Cirebon Indigo Alami untuk Segala Musim yang diterima dihati masyarakat.

Orang yang suka merendah ini paling tidak tercermin pada Nita Kenzo yang suka mengaku tidak bisa, padahal ia mampu dan bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Hal ini dibuktikan pada Galeri Batik Cirebon Jawa, yang mempu menciptakan batik indigo.

Melihat berbagai literatur maupun sejarah batik yang ada, ternyata batik itu asli dari Yogyakarta. Kalau pun di daerah lain ada batik, namun akar dari semua itu berasal dari Yogyakarta. “Maaf untuk daerah lain, Jogja ini saudara tua kita,” katanya sambil ketawa.
( Sugiarto / CN33 / SMNetwork )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *