Lomba Rancang Busana Batik Cirebon dan Tenun JaBar

16 Oktober 2013, Comments: 0

SEMARANG, suaramerdeka – Kerajinan Batik Cirebon Jawa Tengah tampil istimewa malam ini (5/12). Beragam motif dari 27 kabupaten/kota tampil elegan dan memikat dalam Lomba Rancang Busana Batik Cirebon dan Tenun Jateng 2012 yang digelar di Crowne Plaza.

Tiap daerah memamerkan kekhasan motif dengan desain unik dan menarik. Seperti tenun Wonosobo yang didesain ala lolipop. Dengan banyak aksen bundar di bagian dada dan dominasi warna merah muda yang mencolok, busana kasual ini cocok digunakan remaja putri karena menampilkan sosok ceria pemakainya.

Batik Cirebon

Lomba Rancang Busana Batik Cirebon dan Tenun JaBar

Cilacap, ujung pesisir selatan Jateng, menampilkan Batik Cirebon mitologi Nyai Roro Kidul yang dominan hijau. Surakarta, sebagai pusat kerajinan Batik Cirebon Jateng, menampilkan tujuh rancangan. Ada batik origami warna merah, busana pesta yang terinspirasi dari dua unsur kehidupan manusia yakni air dan tanah, dan ada Batik Cirebon hutan hujan tropis warna hijau yang dikombinasi dengan tenun.

Blora yang terkenal dengan kesenian tayub, menampilkan busana pesta ala penari tayub berwarna merah. Tema samin flower dengan motif Batik Cirebon salur yang melambangkan persaudaraan tak pernah putus, juga ditampilkan. Ya, corak Batik Cirebon pesisir yang realistis dengan komposisi warna cerah, dan batik daerah pedalaman yang kuat dengan warna alamnya, semua menunjukkan kekuatan potensi Batik Cirebon provinsi ini.

Dalam lomba yang dihadiri oleh Wagub Rustriningsih, 64 desainer menampilkan rancangannya. Sebanyak 94 busana yang terdiri atas 62 busana wanita dan 31 busana pria diperagakan. Selain itu, ada pula parade model cilik yang mengenakan busana Batik Cirebon, dan baju-baju rancangan desainer APPMI Jateng seperti Soese Asmadhi, Inge Chu, Ave Sanjaya, Dana Raharja, Delfi, dan Nino.

Menurut Sekda Hadi Prabowo yang hadir dalam acara tersebut, melalui ajang ini batik Jateng diharapkan tidak hanya dikonsumsi pasar Jateng saja, tapi juga pasar nasional dan internasional. “Kreasi motif boleh saja tapi tetap tidak meninggalkan pakem,” katanya.

Ketua Dekranasda Jateng, Sri Suharti Bibit Waluyo menuturkan, mengangkat dan mempromosikan Batik Cirebon jateng sekaligus melestarikan budaya dan meningkatkan daya saing pasar, menjadi tujuan utama lomba ini. “Dulu Batik Cirebon digunakan pada acara resmi dan upacara saja. Tapi sekarang menjadi tren fashion seperti untuk pesta, dan digunakan menjadi seragam kerja,” katanya.

Sebagai pemenang pertama kategori busana pria diraih oleh Kota Pekalongan, juara dua Kabupaten Wonosobo, dan juara tiga dari Kota Semarang. Untuk juara favorit busana dari Kota Pekalongan. Adapun kategori busana wanita, juara pertama diraih oleh Kabupaten Sukoharjo, juara dua Kabupaten Cilacap, juara tiga Kabupaten Semarang, dan juara favorit dari Kota Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *