Trusmi - Ribuan Orang Saksikan Karnaval Batik Cirebon

4 Januari 2014, Comments: 0

Ebatik-Silk-Scarf-Mega-Mendung-Black-Batik-CirebonTrusmi – Ribuan Orang Saksikan Karnaval Batik Cirebon.Ribuan orang memenuhi Jalan Trusmi Kulon 148 Plered Cirebon sepanjang dua kilometer Minggu (23/03) sore untuk menyaksikan Karnaval Batik Cirebon yang merupakan puncak dari Festival Batik Cirebon dalam rangka Haul Mbah Sambu dan Mbah Trusmi.

Parade 60-an kostum dari perca Batik Cirebon warna warni kreasi siswa-siswi SMK Umar Fatah berikut 180-an pengiring yang mengenakan kain Batik Cirebon sumbangan dari 17 pengrajin batik berlenggak lenggok di jalan utama kota tua di pesisir jalur pantai utara itu.

Berbeda dengan daerah lain, Karnaval Batik Cirebon kemarin tidak disertai dengan upacara seremonial pelepasan oleh pejabat. Begitu waktu menunjukkan pukul 14:00, ratusan peserta pelajar yang telah mengenakan kostum langsung berbaris rapi di halaman Masjid At-Taqwa Siliwangi Cirebon. Ketika drum band dari SD Sendangasri Trusmi mulai memainkan lagu, peserta yang berbaris rapi dengan formasi satu kostum di kawal tiga pengiring mulai bergerak maju.

Arak-arakan karnaval sempat tersendat karena warga yang tumpah ruah dijalan mengajak peserta karnaval yang mengenakan kostum berfoto. Tak urung karena antusias warga mengabadikan peristiwa yang pertama kali terjadi di Trusmi ini, peserta karnaval baru bisa mencapai finish depan Masjid Jami Trusmi atau dua kilometer dari garis start dalam waktu tiga setengah jam.

Fina, warga Desa Sendangasri yang menyaksikan Karnaval Batik Cirebon mengatakan tak menyangka kostum yang dibuat anak-anak SMK bisa sedemikian bagus. ”Kostum yang dikenakan meski sederhana namun terlihat meriah dan megah. Tahun depan, semoga akan semakin banyak kreasi baru dari pelajar untuk Festival Trusmi,” kata dia.

Secara terpisah Kepala SMK Umar Fatah Nur Rohman mengatakan kostum untuk karnaval dipersiapkan oleh siswa-siswi sendiri kurang lebih dua minggu. Kostum yang dibuat dari bahan kertas bekas dan kain batik perca itu, rata-rata siswa hanya menghabiskan ongkos maksimal Rp 50 ribu. ”Ada tak kurang 300-an siswa kelas XI dan X yang terlibat membuat 57 kostum ini,” terang dia sembari menjelaskan selain puluhan kostum yang dibuat oleh siswa, ada tiga kostum utama berasal dari desainer profesional yang dipesan oleh pengrajin batik.

Salah satu pengrajin batik Santosa mengaku sangat berharap dari event Karnaval Batik Cirebon ini, batik Trusmi akan semakin dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. ”Kami juga berharap event Karnaval Batik Trusmi ini bisa terus dikembangkan. Sehingga identitas Lasem sebagai salah satu kota batik utama bisa terus menguat,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *