Batik Indonesia - Dari Batik Pewarna Alam ke Tenun Serat Pohon Pisang

24 Februari 2014, Comments: Komentar Dinonaktifkan pada Batik Indonesia – Dari Batik Pewarna Alam ke Tenun Serat Pohon Pisang

Batik Indonesia – Siapa yang tidak kenal dengan hasil batik rancangan Rosso. Kreasinya yang sudah mendunia itu, identik dengan batik pewarna alam dari dedaunan. Tanpa mengandung bahan kimia dan mode batik responsif dengan tren, menjadi pilihan bagi penggemar batik.

Banyak tahun mengkhususkan diri dengan batik berwarna alam, kini Rosso mengenalkan tenun dari serat pohon pisang.

Menggunakan serat pisang pada produksi tekstil, memiliki kelebihan tertentu dibandingkan dengan serat-serat lainnya.

Material yang melimpah menjadi harapan akan keberlanjutan industri serat pohon pisang. Didukung iklim tropis Indonesia yang dimiliki memastikan suburnya pertumbuhan pohon pisang.

Prakteknya, masih memerlukan keterlibatan kalangan luas untuk mengembangkan produk ini. Khususnya bagi pengusaha serta orang yang peduli terhadap lingkungan. Dalam hal ini Rosso sudah memulai memproduksi benang dan kain dari serat pisang dengan hasil yang memuaskan.

Rosso mengungkapkan setelah dicoba melalui proses tenun, ke depan produk ini bisa menjadi industri rumah tangga yang sangat bagus untuk kalangan masyarakat luas. Keberadaan tekstil serat pisang sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, namun belum menarik banyak kalangan untuk pengembangan lebih luas.

“Satu pohon bisa menghasilkan 55 kilo serat, jadi disitu tergantung jenisnya dan dari sana bisa kita olah menjadi tekstil,” kata Rosso, Perancang Busana yang memiliki workshop di Bantul, Yogyakarta pada ajang Indonesia Fashion Week 2014 di Jakarta Convention Center, Kamis (20/2/2014).

Hanya membutuhkan waktu kira-kira dua minggu untuk membuat pohon pisang menjadi benang. Berawal ketika pelepah pohon ini dipotong selanjutnya dengan teknik dan teknologi tersendiri dikembangkan menjadi cikal bakal kain. Begitulah ungkapan pemilik Rosso Batik ini, ketika menceritakan sambil menunjukkan video pembuatan benang dari pohon pisang.

Batik Indonesia – Saat ini produk dari serat pisang ini masih belum dipasarkan secara global dan meluas. Tidak lain tidak bukan, dikarenakan ide ini masih terbilang baru. Akan tetapi dalam masa mendatang serta menggarapnya dengan serius maka akan menjadi andalan Indonesia sebagai produsen serat tekstil dari pohon pisang. Diperkuat dengan pohon pisang yang bisa tumbuh melimpah di mana saja.

“Saya sudah memulainya, ayo kita mulai kita membuat serat pisang, karena produksi seratnya banyak sekali,” imbuh Rosso.

Apalagi saat ini masih banyak bahan baku tekstil yang sepenuhnya tidak diproduksi di dalam negeri. Jika nantinya mampu diproduksi sendiri, tentunya akan membuat tekstil dan garmen pasar lokal lebih kompetitif. Hal ini juga menjadi peluang untuk kehadiran produk Indonesia memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Berbicara tentang dunia batik yang dia geluti selama 10 tahun terakhir, bagi publik yang tertarik produk batik idealnya mereka menyambangi workshop dimiliki orang yang ahli pada bidangnya. Meskipun tidak dipungkiri saat ini banyak terdapat beragam batik mulai printing, digital tentunya juga batik tulis.

“Kalau memang yang benar-benar ingin menggunakan batik itu, jadi benar-benar datang kepada orang yang memang ahli pada bidangnya,” ujarnya.

Comments are closed.