Batik Indonesia edisi Musim Dingin Laku Di Eropa Timur

25 Februari 2014, Comments: Komentar Dinonaktifkan pada Batik Indonesia edisi Musim Dingin Laku Di Eropa Timur

Batik Indonesia – Baju batik tidak lagi digunakan untuk pakaian formal, saat ini penggunaan baju batik bisa dimana dan kapan saja. Hadirnya koleksi batik musim dingin menambah pilihan bagi pencinta batik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengatakan, dalam pembuatan batik musim dingin ini harus memperhatikan dua elemen.

Euis menjelaskan, elemen tersebut untuk batik musim dingin yakni secara material dan desainnya, lalu motif dan warnanya. Karena pembuatan batik musim dingin ini dilihat berdasarkan cuaca.

“Kalau bicara musim diluar negeri kan ada empat musim, nah untuk musim dingin harus benar-benar memperhatikannya secara bahan serta warna. Beda dengan kita bisa pakai batik apa aja, karena cuma dua musim,” ucap Euis di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Euis menambahkan, pemakai batik musim dingin ini diluar negeri sangat memperhatikan kain serta warna. Menurutnya, warna favorit untuk batik ini warna yang soft.

“Warnanya indigo, karena warna indigo sangat dikenal di dunia dan Indonesia juga penghasil warna indigo. Kainnya lembut tapi tidak panas,” ucapnya.

Lanjut Euis mengungkapkan, market potensial batik musim dingin ini untuk negara misalnya Eropa Timur. Dirinya pun berharapa untuk tren batik musim dingin ini makin terkenal di dunia.

“Harapan saya ya bisa masuk majalah internasional, majalah fashion mudah-mudahan tercapai,” pungkasnya.

Comments are closed.