Batik Indonesia - Musim Hujan , Pengrajin Batik Butuh Pengerin Batik

4 Februari 2014, Comments: Komentar Dinonaktifkan pada Batik Indonesia – Musim Hujan , Pengrajin Batik Butuh Pengerin Batik

Batik Indonesia – Musim Hujan , Pengrajin Batik Butuh Pengering Batik. demikian dengan judul atau sepadan pula dengan judulnya , di saat permintaan banyak, cuaca tak mendukung produksi harus tetap berjalan. Musim penghujan mengganggu produksi batik. Salah satunya dialami oleh para pengrajin batik di sentra industri batik Indihiang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kalangan pengrajin menuturkan produksi turun hingga 50 persen akibat musim penghujan.

Pada saat normal, produksi rata-rata setiap pengrajin mencapai sekitar 200 potong setiap minggu. Kini, saat musim penghujan rata-rata produksi mereka turun tinggal sekitar 100 potong setiap minggu.

Penurunan produksi ini terjadi akibat mereka masih sangat mengandalkan sinar matahari untuk pengeringan. Hal ini disebabkan beberapa jenis warna untuk kain batik yang diproduksi memang hanya bisa dilakukan dengan sinar matahari. Usaha batik tulis dan semi tulis khas Bojonegoro atau disebut Jonegoroan terkedala saat pembuatannya. Kerena hujan terus turun sehingga produksi berkurang, dan pesanan juga menurun.

“Saat musim seperti ini kami terpasa mengurangi produsi sekitar 30%, dari musim kemarau,” ungkap Kastin (36) Pembuat batik asal Desa Sendang, Kecamatan Kanor.

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh penghasilan penduduk Bojonegoro yang berkurang pasca bencana alam yang terjadi seperti banjir, gagal panen, dan lain-lain. Padahal harga dari batik sangat beragam mulai dari Rp35.000 hingga Rp175.000/meter.

Kasti juga mengungkapkan bahwa omzet dari usaha yang digelutinya mengalami penurunan sekitar 20%. “Meski demikian kami tidak mengurangai pekerja yang berjumlah 20 orang,” katanya.

Untuk pemasaran mereka mengunakan media online dan melalui pelanggan. “Pemesan berasal dari berbagai daerah tidak hanya Bojonegoro saja,” tutur kasti.

Usaha tersebut mulai dirintis sejak tahun 2010. Kasti mendapat bantuan modal pemerintah dan pinjaman lunak, sehingga tidak terkendala dalam moda

Comments are closed.