Batik Indonesia Cartoon Bikin Anak Mudah Cinta Batik

26 Februari 2014, Comments: Komentar Dinonaktifkan pada Batik Indonesia Cartoon Bikin Anak Mudah Cinta Batik

Batik indonesia tidak hanya cantik dan menawan dikenakan para orangtua saja. Dengan model yang pas, batik pun cocok digunakan untuk anak-anak.

Hal itu dibuktikan oleh para mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan berinovasi dengan membuat batik untuk anak.

Motif kartun sesuai dengan desain yang disukai. Jenis produk yang akan dihasilkan dari program kewirausahaan ini merupakan batik bermotif tokoh kartun yang dipadu dengan desain batik kontemporer.

Tokoh-tokoh kartun ini akan diaplikasikan menjadi suatu motif batik pada kain dan kemudian dibuat pakaian, seperti kemeja, dress, dan mukena. Motif Batik Cartoon ini akan didesain secara lebih menarik dengan paduan penggunaan warna ceria namun tetap kalem.

Penelitian yang berjudul “Batik Cartoon for Kids: Usaha Cerdas dan Edukatif sebagai Upaya Memperkenalkan Budaya Batik kepada Anak-Anak” diaplikasikan kepada pakaian kemeja, dress, dan mukena terdiri dari Hidayatun Nikmah, Desiana Nur Fajari, dan Yuliani.

Hidayatun mengatakan, sekarang ini batik sudah mengalami perkembangan dengan dipakainya baju batik untuk seragam sekolah, seragam kantor, bahkan ada juga pada acara-acara yang lebih santai, seperti untuk jalan-jalan dengan desain yang disesuaikan. Karena, batik dulu identik dengan acara resmi, seperti pesta pernikahan, rapat, dan sebagainya.

“Pada umumnya batik hanya dipakai oleh kalangan remaja hingga dewasa. Jarang sekali terlihat anak-anak usia sekolah memakai batik dalam keseharian mereka, karena motif batik yang terkesan resmi. Anak-anak pada umumnya hanya menggunakan batik pada acara-acara resmi bersama orang tua mereka,” ujarnya seperti dilansir dari laman UNY, Senin (24/2/2014).

Menyoal batik yang memperkenalkan budaya bangsa kepada anak, Desiana mengatakan, bahwa dirinya dengan desain Batik Cartoon ini, juga disesuaikan dengan tren pakaian anak saat ini.

“Gambar tokoh-tokoh kartun ini akan dipadukan dengan motif-motif batik kontemporer sesuai dengan nuansa gambar kartun yang dipilih, sehingga menarik minat anak untuk memakai karena ada tokoh kartun kesukaannya,” ucapnya.

Oleh karena itulah, telah dilakukan beberapa cara untuk membuat anak-anak cinta akan batik, misalnya dengan munculnya kaos sablon bermotif batik dan baju batik yang didesain seperti baju anak-anak. Tapi, hal tersebut kurang berhasil, karena munculnya Batik Cartoon dengan memadukan unsur ceria tokoh-tokoh kartun dan motif batik kontemporer akan menarik minat anak-anak untuk memakai batik. Batik Cartoon ini diproduksi dengan metode cap, sehingga konsumen dapat memilih Batik Cartoon sesuai dengan desain yang disukainya.

Desiana menambahkan, Batik Cartoon merupakan batik dengan motif keanekaragaman kartun yang memiliki prospek yang menjanjikan karena banyak faktor keunggulan yang mendukung, yaitu batik dengan motif kartun juga merupakan produk yang inovatif dan kreatif, sehingga akan banyak konsumen yang meminatinya.

“Batik motif kartun tidak bersifat kaku karena jenis kartun yang beraneka ragam, sehingga desain yang dibuat akan disesuaikan dengan tren kartun anak-anak saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, Desiana melanjutkan, motif Batik Cartoon juga merupakan motif batik yang unik, baru, dan elegan sehingga dapat menarik konsumen untuk menggunakannya. Yogyakarta sebagai kota pariwisata, kota pelajar, dan kota budaya akan mendukung pemasaran batik kartun.

“Proses produksi kain batik maupun pakaian batik jadi ini dilakukan secara kemitraan dengan pengrajin batik dan konveksi,” tuturnya

Comments are closed.