Libur Panjang, Penjual Batik Indonesia di Malioboro Panen

28 Februari 2014, Comments: Komentar Dinonaktifkan pada Libur Panjang, Penjual Batik Indonesia di Malioboro Panen

Batik Indonesia – Libur panjang akhir 2013 dan memasuki tahun baru 2014 menjadi berkah tersendiri bagi penjual batik di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. Mereka mengaku mendapatkan untung yang tak terduga selama liburan kali ini.

“Alhamdulillah, jualan saya meningkat tajam, hari ini sudah sekitar 100 pcs (biji) baju batik,” kata penjual baju batik di ujung utara Jalan Malioboro, Fera (38) saat Kamis (26/12/2013).

Jika pada hari biasa, kata dia, tidak jarang hanya laku sekira 20 hingga 30 baju. Namun, beberapa hari terakhir ini, jumlah penjualan mengalami meningkatan sehingga omzetnya meroket.

Ibu dua putra itu mengaku tidak menaikan harga pasaran berbagai baju batik dagangannya. Dia menjual satu baju dengan harga variatif sesuai jenis kain dan modelnya. Ada satu baju seharga Rp50 ribu dan ada juga yang harganya Rp 150 ribu. Namun, rata-rata pembeli mengambil baju batik yang harganya Rp75 ribu.

“Yang Rp75 ribu itu juga baik kainnya, banyak yang membeli kalau itu,” katanya sambil menawarkan.

Senada disampaikan Jasimah, pemilik kios di Pasar Bringharjo Yogyakarta. Perempuan asli Godean, Sleman itu juga mendapatkan ‘berkah’ pada musim liburan ini. Namun, harga per baju batik miliknya harganya pada kisaran Rp100.000. Dia menjamin bahwa baju yang dijual kualitasnya baik.

“Jualan saya kualitas bagus,” paparnya.

Bukan hanya baju dan aneka kain batik yang ada di kiosnya, namun aneka kaos oblong juga tersedia dengan harga yang cukup terjangkau. Satu koas oblong dijual dengan harga kisaran Rp40 ribu hingga Rp80 ribu.

Comments are closed.