Produksi Batik Indonesia Menurun Sebab Musim Hujan

5 Februari 2014, Comments: Komentar Dinonaktifkan pada Produksi Batik Indonesia Menurun Sebab Musim Hujan

Batik Indonesia – bencana Banjir yang merendam wilayah Kabupaten Pekalongan (Jateng) beberapa pekan terakhir mengakibatkan produksi batik turun hingga 80 persen. Kerugian material akibat kejadian tersebut mencapai miliaran rupiah.
ketua Paguyuban Batik Kemplong Wiradesa, H. A. Failasuf mengatakan, ada sekitar 12.000 perajin batik di Kabupaten dan Kota Pekalongan. Banjir beberapa hari lalu mengakibatkan sekitar 80 persen perajin tidak bisa membatik, antara lain karena mereka tidak bisa menjemur batik yang telah diwarnai dan dihilangkan lilin malamnya dari kain (dilorot).

“Perajin dan pengusaha batik di Pekalongan tidak berani menerima order selama banjir. Jika dihitung, perajin batik mengalami rugia miliaran rupiah,” kata Failasuf, Kamis (6/2/2014) kemarin.
Menurut Failasuf, sebagian besar pembatik di Kabupaten Pekalongan masih mengandalkan penjemuran dengan sinar matahari. Ada yang sudah menggunakan mesin untuk mengeringkan, namun belum banyak.

“Teknologi produksi batik perlu terus dikembangkan, termasuk teknik penjemuran. Hasil penjemuran dengan mesin, sama dengan penjemuran di bawah sinar matahari,” kata Failasuf.

Failasuf berharap Bulan Februari ini cuaca cerah, sehingga produksi batik bisa normal kembali. Namun, BMKG memperkirakan hujan masih akan terjadi hujan hingga Maret mendatang.

Comments are closed.