Thamrin City Siap Jadi Pusat Batik Indonesia saat Ultah ke-4

17 Februari 2014, Comments: Komentar Dinonaktifkan pada Thamrin City Siap Jadi Pusat Batik Indonesia saat Ultah ke-4

Batik Indonesia – Memasuki bulan Februari ini, tidak terasa empat tahun sudah Pusat Batik Nusantara (PBN) hadir di pusat perbelanjaan Thamrin City. Sebagai pusat batik terlengkap, PBN menyediakan berbagai macam pakaian batik, kain batik, dan barang-barang bermotif batik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Lucy Ratna, Public Relation and Promotion Manager Thamrin City, hadirnya PBN merupakan komitmen dari Thamrin City untuk mengangkat batik sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia. Terlebih, kegairahan ini diinspirasi oleh pengakuan terhadap Batik Indonesia oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia

“Transformasi penggunaan batik nusantara yang terjadi sejak beberapa tahun lalu, tidak lepas dari kecintaan terhadap batik dan usaha bangsa ini untuk melestarikan produk budaya lokal serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” kata Lucy dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (14/2).

Thamrin City, lanjut dia, memiliki Pusat Batik Nusantara (PBN) yang menjadi pusat jual beli produk batik nasional. Tak kurang, 950 pengrajin dan pedagang batik berbisnis dan mengembangkan batik nusantara, dengan misi menjadikan batik sebagai tren fashion di dunia.

Dalam merayakan ulang tahunnya keempat, PBN mengusung tema ‘Serukan Batik Sebagai Identitas Bangsa’. Tujuannya, kata Lucy, agar orang Indonesia semakin menghargai Batik sebagai warisan budaya Indonesia, dan batik semakin dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Terkait dengan hal itu, PBN telah siap dalam memberikan kontribusi nyata dengan mensupport berkembangnya tren batik nusantara, sebagai identitas kebangsaan. Kepedulian Thamrin City terhadap UKM dan upaya pelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa diwujudkan dengan merangkul pengerajin dan pengusaha batik untuk bergabung di PBN, sehingga dapat meningkatkan perekonomian bagi para UKM dan UMKM dari daerah,” tambahnya.

Seperti diketahui, Pusat Batik Nusantara (PBN) Thamrin City diresmikan oleh Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu pada bulan Februari 2010. PBN sendiri terdapat di lantai dasar 1, lantai Dasar, lantai Satu (sisi barat) pusat perbelanjaan Thamrin City.

Hingga saat ini, lanjut dia, PBN sudah menghadirkan berbagai pengrajin batik yang berasal dari Pekalongan, Yogyakarta, Bantul, Lasem, Solo Raya, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Purbalinggga, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Jepara.

“Semakin lengkap, koleksi batik yang ada di Thamrin City dengan hadirnya Batik Batavia, Papua, Kalimantan Selatan dan Batik Tanah Lake dari Padang,” ucap Lucy.

Untuk Batik dari Solo Raya, kata Lucy, PBN merupakan tempat untuk mempromosikan dan menjual secara langsung produk-produk batik dari daerah Solo dan sekitarnya, yaitu dari Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten.

Kehadiran para pengrajin batik di Jakarta sebagai pusat bisnis dan perdagangan tentu saja mempermudah dan mendekatkan interaksi antara pengrajin dan konsumen batik potensial di ibukota.

“Jakarta merupakan pasar yang sangat potensi bagi para pengrajin dan para pengusaha batik asal dari daerah, karena jumlah penduduk dan perputaran uang di Ibukota negar ini sangat besar, selain itu akan semakin mempermudah warga Jakarta untuk mendapatkan batik berkualitas dengan variasi batik yang beragam pula,” tambahnya.

Hadirnya PBN, lanjut Lucy, selain menjembatani kepentingan antara pengrajin dan pedagang dengan masyarakat pengguna batik. Selain itu, Thamrin City juga melakukan edukasi dini kepada generasi muda Indonesia supaya lebih menanamkan kecintaan mereka terhadap batik.

Pusat Tenun Nusantara

Selain batik, PBN juga menghadirkan zona Pusat Tenun Nusantara (PTN). Saat ini, ada sekitar 75 pengrajin dan pedagang tenun di Thamrin City, yang memasarkan tenun tradisional kuno hingga tenun corak yang sudah dikembangkan mengikuti perkembangan zaman dan permintaan pasar. Kehadiran gerai tenun ini, melengkapi zona dan kebutuhan untuk pelengkap dari sejumlah toko batik yang ada di PBN.

“Kain Tenun tradisional juga dapat menjadi busana dengan mode terkini, seperti yang bisa di dapat di Zona Pusat Tenun Nusantara – Thamrin City lantai 1 sisi Barat. Melengkapi zona-zona Heritage yang ada di Thamrin City, zona Tenun Nusantara sudah menghadirkan pengrajin dari sejumlah daerah seperti Majalaya, Jepara, dan Pekalongan,” tandasnya.

Comments are closed.