Batik Trusmi - Perkembangan Batik Indonesia

12 Maret 2014, Comments: 0

batik indonesia batik trusmiBatik Trusmi – Perkembangan Batik Indonesia.Batik.Ketika mengucapkan lima huruf ini, si pendengar seolah terhipnotis untuk memikirkan salah satu wilayah di daerah Jawa, terutama Jawa Tengah. Jika yang mendengar kata ‘batik’ itu orang asing, tentu mereka akan teringat satu negara, yaitu Indonesia. Itulah negeri tercinta kita yang punya slogan ‘Gemah Ripah Loh Jinawi’ Batik merupakan karya tekstil asli Indonesia. Sebenarnya kain atau tekstil ini sekilas tak jauh beda dengan tekstil yang diproduksi oleh pabrik dengan mesin canggih. Akan tetapi, kain batik ini lebih memiliki nilai lebih jika ditilik dari proses pembuatannya yang rumit dan perlu kesabaran tinggi.

Batik Indonesia adalah batik yang berkembang di Indonesia dan dimulai pada zaman kemerdekaan Republik Indonesia. Perkembangan batik Indonesia berakar dari kerajaan abad ke-8 (zaman Kerajaan Sriwijaya Syailendra) dan berkembang pada abad ke-11 sampai 14 (zaman Kerajaan Jenggala Majapahit). Motif-motif batik digambarkan pada pakaian, patung, dan dinding-dinding candi. Persebaran batik Indonesia sangat luas, dari Sabang sampai Merauke. Tengoklah selain sebagai Presiden, Soekarno merupakan seorang seniman yang sangat peduli dengan keberadaan batik di Indonesia. Beliau orang pertama di Indonesia yang mempunyai inisiatif untuk membuat batik yang membawa misi kesatuan Indonesia.

Batik Indonesia mulai merakyat pada 1950. Batik Indonesia pada masa ini mempunyai wajah baru dengan campuran karakter motif dan proses klasik dipadu dengan warna yang beragam. Motif dan ornamennya diambil dan dikembangkan dari ornamen suku yang ada di seluruh Indonesia sehingga terbentuk konsep kesatuan Indonesia. Batik Indonesia berkembang tidak pada tampilan perpaduan motif klasiknya saja, tetapi juga pada ornamen yang dimunculkan dalam motif batik. Ornamen yang dimunculkan berasal dari berbagai suku yang ada di Indonesia seperti Dayak, Jawa, Sunda, dan suku—suku bangsa lainnya. Selain filosofi dan keindahan ornamen yang dipadukan, pewarnaan dalam batik Indonesia ini juga sangat berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada teknik pewarnaannya. Teknik pewarnaan tidak lagi terpaku pada aturan baku dalam proses pewarnaan dengan cara pencelupan dengan zat warna alami. Pewarnaan juga bisa melalui proses brush—dyed, coletan, lukis, dan kombinasi beberapa teknik Iain.

Dunia telah mengakui bahwa batik merupakan karya tekstil asli Indonesia. Hal ini menyebabkan semakin maraknya penggunaan busana batik, baik untuk acara formal maupun nonformal. Batik Indonesia dapat berkembang dengan pesat karena prakarsa dan inisiatif para seniman, pemerhati, dan pekerja batik. Di tangan mereka batik Indonesia berkembang menjadi batik yang mempunyai karakter berbeda dengan batik klasik. Batik menjadi tampak harmonis, indah, dan mempunyai daya tarik tersendiri. Desain baru yang terkenal dalam era batik Indonesia adalah batik terang bulan karya Ibu Bintang Soedibyo. Motif ini sangat unik. Komposisi tata letak motifnya berbeda dengan yang lain, yaitu pada bagian tengah kain yang melebar diisi dengan satu warna polos dan pada bagian tepi tergambar desain pinggiran dengan isiannya. Batik dengan motif terang bulan juga dibuat oleh Setiowati. Selain Bintang Soedibyo dan Setiowati, ada seniman lain yaitu K.RT. Hardjonagoro atau lebih dikenal dengan nama Go Tek Swan. G0 Tek Swan adalah seorang seniman batik yang mumpuni. Beliau seorang pioner batik yang terkenal dari Surakarta. Ia dikenal dekat dengan Ir. Soekarno pada masa itu. Karya batiknya yang terkenal dinamai dengan batik sekar kenanga. Karya batik ini didukung dengan teknik lilin yang bagus serta kombinasi warna yang harmonis sehingga sangat menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *