Batik Indonesia dari Trusmi mulai di export ke Jepang

8 Mei 2014, Comments: 0

ebatik di export ke jepang batik indonesiaBatik Indonesia dari Trusmi mulai di export ke Jepang.Berbagai motif batik Indonesia banyak terdapat di berbagai daerah, termasuk batik Trusmi Cirebon, Jawa Barat. Salah satu Desa di Jawa Barat ini menghasilkan batik Cirebon dengan motif mega mendung, keratonan, 3 dimensi, motif apusan dll. Walau tak tak seterkenal batik Solo, salah seorang produsen batik Trusmi mampu mengantongi omzet Rp 5 milyar per bulan.

Kekayaan budaya dan busana Batik Indonesia memang tidak ada duanya, seperti halnya kain batik Indonesia. Di Pulau Jawa, batik khas tidak hanya bisa ditemui di Yogyakarta, Solo, Pekalongan, maupun Garut. Ada juga batik khas kota Cirebon yang dinamakan batik Trusmi.

Batik Cirebon khas salah satu kabupaten di Jawa Barat ini memiliki motif aneka ragam seperti mega mendung, motif keratonan, motif 3 dimensi, motif apusan. Warna-warna batik Cirebon didominasi warna Cerah.

Batik Trusmi tak hanya didapatkan di jalan Trusmi Kulon Nomor 148 Plered Cirebon tetapi bisa juga didapatkan di Batik IBR, Batik Raja, Batik Trusmi Cabang Medan, Batik Trusmi Cabang Jakarta dan Batik Trusmi Cabang Surabaya.

Salah satu produsen batik trusmi adalah Ibnu Riyanto. Ia memproduksi batik trusmi baik cap maupun tulis dengan merek Trusmi. Ibnu memproduksi batiknya di sebuah kampung bernama Kampung Batik Cirebon. Kampung itu sendiri terletak di salah satu jalan Syekh Datul Kahfi nomor 148 Plered Cirebon.
Batik-batik hasil produksi Ibnu dipajang dalam tokonya seluas 1 hektar yang menyatu dengan Futsal Centre dan Kuliner khas Cirebon. Berbagai motif batik Cirebon dipajang, untuk batik tulis dipajang di dalam lemari kaca untuk menghindarkan dari serbuan debu-debu jalanan.

Dibantu oleh 200 pekerja, Ibnu mampu menjual batik hingga ribuan potong pakaian. Namun untuk batik tulis, dia tidak memproduksinya tiap waktu, sebab, batik tulis dibuat hanya kalau ada pesanan. Batik cap dijual dengan harga Rp 55.000 hingga Rp 125.000 per helai dengan ukuran 2,4 m panjang dan lebar 1,05 m.

Walaupun hanya memproduksi batik tulis kalau pesanan datang, tiap bulan sekali rata-rata Ibnu mampu memproduksi tiga ratus helai batik tulis. “Permintaan batik Cirebon tulis memang kurang. Mungkin karena mahal,” katanya. Ia mengatakan, permintaan batik tulis biasanya datang dari pasangan yang akan menikah.

Tak hanya dijual di Cirebon, batik Trusmi buatan Ibnu juga melalui webnya di www.ebatiktrusmi.com mampu memasarkan batik trusmi ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera hingga ke Jepang.
Ia mengatakan, dari beberapa pameran yang diikuti di India, Malaysia, Singapura, dan Australia, minat masyarakat luar akan batik Trusmi cukup bagus. Oleh karena itu, di masa datang, Ibnu berencana menampilkan batik Trusmi dan membuka showroom batik di luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *