Batik Indonesia - KBRI Caracas dan Instituto Brivil kembali menggali kreativitas perancang muda Venezuela

29 Mei 2014, Comments: 0

batik indonesia di ottawaBatik Indonesia – KBRI Caracas dan Instituto Brivil kembali menggali kreativitas perancang muda Venezuela.KBRI Caracas dan Instituto Brivil (institut mode terkemuka di Venezuela) kembali menggali kreativitas perancang muda Venezuela dengan melanjutkan kompetisi mendesain busana dengan Batik Indonesia yang bertemakan Batik: De Tradición a una Opción de Moda Chic II (Batik: Dari Tradisi menjadi sebuah Opsi dalam fesyen yang Chic II). Kompetisi mendesain busana dengan batik tersebut merupakan bagian dari kurikulum Brivil sebagai tugas akhir untuk menentukan kelulusan mereka. Para mahasiswa Brivil tersebut juga harus melakukan pendalaman mengenai tradisi Indonesia sebagai bagian dari thesis akhir. Sebanyak 34 mahasiswa Brivil Semester VI (semester akhir) akan mendesain busana Batik Indonesia dalam tiga kategori yakni busana kerja wanita dan pria, busana cruise wanita serta busana grand gala untuk wanita.

Berbagai tema inspirasi dari tokoh budaya, flora dan fauna serta arsitektur Indonesia dalam pembuatan desain busana Batik Indonesia telah dipilih oleh para mahasiswa antara lain candi Borobudur, candi Prambanan, Komodo, Wayang Golek Rama dan Shinta, Garuda, Dewi Sri, kebaya fusion Indonesia – pakaian tradisional Venezuela, Batik Indonesia motif Megamedung, Jauk, Mesjid Baiturrahman, tari Kecak dan Ibu Negara: Ani Bambang Yudhoyono. Batik Indonesia yang dipilih oleh para mahasiswa sangat beragam yang mewakili 12 daerah di Indonesia baik batik klasik kratonan maupun batik pesisiran seperti batik Garutan, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Solo, Yogya, Sidoarjo dan Madura.

Pada tanggal 20 – 21 Maret 2014 telah dilaksanakan sidang pengujian thesis mahasiswa Brivil (defense thesis). Para penguji tersebut antara lain para pengajar Brivil dan Dubes RI Caracas yang juga telah membekali para mahasiswa dengan pengetahuan mengenai batik secara komprehensif. Pada kesempatan tersebut, seniman batik dari Yogyakarta dan juga Ketua Sidang Batik Online (SBO), Bayu Aria turut mengamati dan memberi masukan saat proses pengujian thesis busana batik tersebut. Dalam pengujian thesis ini, para mahasiswa menampilkan hasil akhir rancangan mereka. Para penguji menilai kesesuaian dan konsistensi tema inspirasi para mahasiswa antara yang tertulis dalam thesis mereka dengan hasil sketsa dan hasil akhir busana batik yang telah siap pakai. Disamping itu, Dubes RI Caracas juga menilai mengenai penggunaan kain batik dalam rancangan busana mereka (batik sebagai bahan utama). Dari desain yang ditampilkan nampak sekali dinamika dan kreatifitas para siswa dalam mengolah batik menjadi suatu rancangan yang sangat chic. Final kompetisi mendesain busana dengan batik itu sendiri akan dilaksanakan pada bulan Juni 2014 di Centro Commercial Macaracuay.

Kunjungan Bayu Aria ke Venezuela merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi batik Indonesia dalam rangka kick off perayaan peringatan hubungan diplomatik Indonesia – Venezuela ke-55 tahun. Momentum ini kemudian dimanfaatkan oleh Brivil untuk meminta Bayu Aria sebagai pengamat dalam pengujian thesis tersebut. Selama kunjungannya di Caracas, Bayu Aria juga akan menggelar pergelaran kain batik hasil rancangannya, melakukan pengajaran teknik membatik dan teknik pewarnaan batik 3 dimensi kepada Canthing Club dan mahasiswa Brivil sebagai salah satu bagian dari kurikulum batik yang diajarkan oleh KBRI Caracas.

Pengajaran batik dan kompetisi ini dilakukan sebagai upaya konsisten KBRI Caracas untuk mempopulerkan tekstil Indonesia sebagai pilihan dalam berbusana di Venezuela dan menjadikan batik sebagai pilihan fesyen yang chic kepada masyarakat Venezuela. Diharapkan dengan adanya upaya nyata ini dapat menarik minat para pengusaha Venezuela untuk mengimpor tekstil dan batik dari Indonesia baik untuk ready to wear clothing maupun bahan tekstil setengah jadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *