Trusmi - Batik Indonesia Pikat Pengunjung Indonesia Auckland Festival

15 Mei 2014, Comments: 0

batik indonesia di auchland Trusmi – Batik Indonesia Pikat Pengunjung Indonesia Auckland Festival.Batik Indonesia menjadi salah satu yang membuat pengunjung Indonesia Auckland Festival, Sabtu (29/3) tertarik. Tak hanya mengamati motif, pakaian, dan kerajinan berbahan kain Batik Indonesia, pengunjung dapat mencoba menggambar kain menggunakan canting dan malam.

Mark, mahasiswa pasca sarjana University of Auckland yang berasal dari China, mengatakan, membatik itu menyenangkan, tetapi sulit. Sebab, lilin dengan cepat meleleh ke mana-mana.

Pengunjung mencoba membatik menggunakan canting dan malam dalam Batik Indonesia Auckland Festival 2014, Sabtu (29/3) di The Auckland Performance Art Center, Auckland Selandia Baru. Acara yang diinisiasi warga Indonesia di Auckland ini mengenalkan budaya Indonesia melalui pengalaman berkesenian dan kuliner dan menggambar Batik Indonesia.

Dalam workshop membatik ini, pengunjung bisa sekaligus mewarnai hasil karyanya. Adapun untuk proses lorot –merebus kain untuk menghilangkan malam yang masih menempel pada kain yang sudah diwarna– bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Festival sehari ini dimeriahkan pula dengan ensembel angklung, tari Saman, tari Merak, dan tari Kebyar yang ditampilkan belasan mahasiswa dan anak-anak Indonesia di Auckland. Pengunjung juga dapat menikmati hidangan khas Indonesia seperti nasi padang, nasi kuning, botok, siomay, batagor, sate, serta penganan seperti kue putu ayu dan kue lapis.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *